300 Rumah Terancam Direlokasi

Sebanyak 300 unit rumah di Gampong Keude Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya terancam direlokasi

300 Rumah Terancam Direlokasi
IST
Masyarakat Gampong Keudee Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya memperhatikan kondisi batu gajah penahan ombak yang mengalami penurunan pasca bencana gempa pada akhir 2016 lalu, Kamis (2/5/2019). SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

* Bronjong Tenggelam Diguncang Gempa

MEUREUDU - Sebanyak 300 unit rumah di Gampong Keude Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya terancam direlokasi, karena terus digerus abrasi pantai dan digenangi air laut saat pasang purnama.

Batu penahan ombak sepanjang 1,5 km telah hancur dan tenggelam akibat gempa 2016 lalu, sehingga air laut dengan mudah menggenangi rumah warga yang berada dekat tepi pantai.

Ir HM Bentara (64), tokoh masyarakat di Gampong Keudee Panteraja, Kecamatan Panteraja, Kamis (9/5) mengatakan, pasca bencana gempa yang meluluhlantak Pijay pada akhir 2016 lalu, telah memberikan dampak hancurnya berbagai fasilitas publik. Dia mengatakan batu penahan ombak dibangun pada 2007, pasca gempa dan tsunami Aceh 2004.

“Batu penahan ombak di bibir pantai Gampong Keudee Panteraja sepanjang 1,5 km turun, bahkan tenggelam dari permukaan pasir laut akibat gempa,” sebutnya. Dikatakan, dalam dua tahun terakhir ini, batu penahan ombak terus turun, sehingga air lau mudah masuk pemukiman warga.

Ditambahkan, saat air pasang purnama, sebanyak 300 unit rumah digenangi air laut setinggi 50 cm dan kondisi itu terus berulang. Jika persolan ini terus dibiarkan tanpa tindaklanjut oleh pemerintah, maka 300 rumah warga terancam direlokasi, karena bisa saja masuk ke dalam laut, karena permukaan air laut terus naik setiap tahun.

Dia menjelaskan warga terus was-was terhadap keselematan harta benda pada setiap pasang purnama. Dia mengatakan sebenarnya pemerintah telah luput perhatiannya terhadap kenyamanan warga di pesisir.

“Kami mendesak pemerintah segera turun tangan demi menyelamatkan 300 Kepala Keluarga (KK) yang terus diliputi rasa was-was yang berkepanjangan dalam dua tahun terakhir ini,”jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pijay, Drs H Abdul Rahman Puteh SE MM secara terpisah mengatakan, pihak pemerintah telah mengusulkan dalam alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Namun belum tertampung, maka dalam tahun ini pemerintah juga berupaya melakukan usulan yang sama dan diharapkan persoalan ini dapat tersahuti,” ujarnya.

Diakuinya, kondisi abrasi pantai di sepanjang bibir Gampong Keudee Panteraja saat ini telah riskan, sehingga membutuhkan perhatian serius untuk normalisasi batu gajah penahan ombak demi menyelamatkan pemukiman warga. “Saya berharap masyarakat dapat bersabar,” harapnya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved