Anggota DPRA Nilai Program Bantuan Bebek Petelur di Agara Mubazir, Ini Alasannya

Tahun ini kita bagikan betul-betul kelompok satu tempat agar efektif karena kita targetkan Agara sebagai penghasil telur bukan sebagai konsumen.

Anggota DPRA Nilai Program  Bantuan Bebek Petelur di Agara  Mubazir, Ini Alasannya
Serambinews
Kari ayam dan bebek 

Laporan Asnawi Luwi I Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM/KUTACANE - Anggota DPRA dari Partai Aceh Dapil 8 (Agara-Gayo Lues), Yahdi Hasan, menyorot program bantuan ternak bebek petelur kepada masyarakat di Agara yang dialokasikan dana mencapai Rp 8,8 miliar tahun 2019 oleh Pemkab Agara melalui Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

Menurutnya program bantuan bebek petelur ini dinilai program yang tidak tidak tepat sasaran. Karena masih banyak lagi yang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi rakyat di Agara.

Ia menilai uang mencapai Rp 8,8 miliar untuk pengadaan bebek petelur dinilai program yang mubazir dan pemborosan uang rakyat karena bantuan ternak bebek petelur tersebut dijadikan masakan alias santapan khas alas (tasak telu).

Baca: Dayah Mini Aceh Kirim Tiga Imam Tarawih ke Malaysia, Ini Profil Mereka

Baca: Partai Aceh Kehilangan Empat Kursi di Pemilu 2019 Sekaligus Lengser dari Posisi Ketua DPRK Abdya

Baca: Tim Safari Ramadan Pemkab Aceh Singkil Kunjungi Sebelas Masjid

"Bila perlu uang sebesar Rp 8,8 Miliar itu dialihkan saja untuk program memotivasi perekonomian masyarakat dan membangun infrastruktur yang rusak pasca banjir bandang serta pemberian bantuan bibit dan pupuk pertanian kepada masyarakat miskin maupun korban banjir di Agara apalagi ribuan hektare lahan pertanian terancam gagal panen pasca banjir bandang menerjang Agara beberapa waktu lalu," ujar Yahdi Hasan kepada Serambinews.com di Agara, Jumat (10/5/2019).

"Saya tidak setuju program bantuan bebek petelur. Alasannya program ini tidak akan berhasil karena lebih besar biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakanannya dan bebek petelur saja belum tentu telur yang dihasilkan seperti yang diinginkan," sebutnya.

"Ini program mubazir, jadi harus dialihkan demi kesejahteraan rakyat, " ujar Yahdi Hasan yang juga warga Agara.

Menurut dia, dalam program bebek petelur yang diusulkan eksekutif kepada legislatif sepertinya tidak ada penolakan dari pihak legislatif alias ditelan mentah-mentah.

Seharusnya, legislatif memberikan saran dan masukan agar program itu dialihkan ke program lain karena pada tahun 2018 program itu tidak berkembang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Agara yang dikonfirmasi enggan memberi komentar begitu juga anggota DPRK yang lainnya.

"Saya tidak bisa berkomentar. Jangan ke saya cari aja orang lainnya," ujar Salah Seorang Wakil Ketua DPRK Agara.

Menangapi hal itu, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, mengatakan, masukan itu bisa diterima.

"Tetapi, program bantuan bebek petelur ini bagian dari dana aspirasi dewan dan sebahagian dewan ada juga yang mau nambahkannya lagi untuk program bebek petelur tersebut. Namun, ditolak Bupati," sebutnya.

"Tahun ini kita bagikan betul-betul kelompok satu tempat agar efektif karena kita targetkan Agara sebagai penghasil telur bukan sebagai konsumen," ujar Bukhari.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved