Breaking News:

Berkat Temuan Minyak, Negara Termiskin Kedua di Amerika Selatan ini Bakal Jadi yang Terkaya di Dunia

Pernyataan itu terlihat terlalu ambisius, tetapi dengan penduduk hanya 750.000 jiwa, kekayaan Guyana pasti meroket jika dihitung pendapatan per kapita

AFP
ILUSTRASI pengeboran minyak bumi lepas pantai. 

Namun, Guyana harus belajar dari sejarah.

Penemuan cadangan minyak yang amat besar di negara-negara berkembang justru bisa menjadi bencana.

Uang hasil penjualan minyak bisa memicu korupsi yang berujung pencurian uang negara hasil eksplorasi minyak.

Kondisi semacam ini biasa dikenal dengan istilah "kutukan minyak".

Baca: Heboh ‘Surat Cinta’ Rektor Unsyiah kepada Asrama Putri UIN Ar-Raniry, Ini Kata Kolektor Manuskrip

Baca: Bandar Sabu Gigit Anggota Polres Aceh Utara saat Ditangkap Seusai Transaksi di Belakang Mobil Polisi

Troy Thomas adalah salah satu dari mereka yang khawatir tentang kemungkinan efek
Troy Thomas adalah salah satu dari mereka yang khawatir tentang kemungkinan efek "kutukan minyak" (www.bbc.com)

"Di Guyana, korupsi terjadi amat besar-besaran," kata Troy Thomas, kepala Transparansi Internasional setempat.

Thomas menambahkan, dirinya amat khawatir "kutukan minyak" terjadi pada negerinya.

Tanda-tanda adanya kutukan itu sudah muncul dengan terjadinya krisis politik di Guyana dalam beberapa bulan terakhir ini.

Setelah koalisi pemerintahan mendapatkan mosi tidak percaya pada Desember lalu, mereka justru menggugat ke pengadilan, bukannya menggelar pemilihan umum.

Langkah ini memicu protes masyarakat.

"Apa yang kami minta adalah pemerintah menghormati konstitusi. Pemerintah hanya ingin tetap berkuasa dan mengendalikan uang minyak," ujar seorang pengunjuk rasa.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved