BBPOM Sidak Panganan Berbuka, Temukan Boraks dan Formalin

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap panganan berbuka Jalan Tgk Pulo Dibaroh

BBPOM Sidak Panganan Berbuka, Temukan Boraks dan Formalin
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli, dan Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, dr Warqah Helmi memperlihatkan sample makanan yang diuji di mobil laboratorium BBPOM Banda Aceh usai sidak di Jalan Tgk Pulo Dibaroh, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/5/2019). 

BPOM Sidak Panganan Berbuka, Temukan Boraks dan Formalin

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap panganan berbuka di Jalan Tgk Pulo Dibaroh, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/5/2019).

Baca: Lanud SIM Jadikan Jalan Blangbintang-Krueng Raya Sebagai Lokasi CFD

Baca: PNS Dapat Libur Lebaran Tahun 2019 Sampai 11 Hari, THR Cair 24 Mei dan Disusul Gaji ke-13

Baca: Jalan Tergenang Dipusat Kota Lhokseumawe, Ini Harapan Para Pedagang

Sehari sebelumnya, sidak juga sudah dilakukan di kawasan Rukoh dan Lambaro Skep, serta empat kabupaten/kota lainnya seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya. Dari hasil sidak tersebut masih ditemukan mi mengandung bahan berbahaya boraks dan formalin.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli kepada wartawan usai sidak makanan berbuka puasa di Jalan Tgk Pulo Dibaroh, Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (10/5/2019) mengatakan sebelumnya sidak sudah dilakukan di Rukoh terhadap 42 sample makanan ditemukan 2 sample mi diduga mengandung boraks.

Selanjutnya, di Lambaro Skep dari 28 sample diduga 5 sample mengandung boraks dan 1 mengandung formalin pada mi.

"Sementara di Jalan Tgk Pulo Dibaroh atau kawasan rujak garuda dari 24 sample yang diuji, rata-rata adalah mi hasilnya negatif atau bersih. Artinya tidak mengandung boraks atau formalin," kata Zulkifli yang menyebutkan sample makanan tersebut langsung diuji cepat di mobil laboratorium BBPOM.

Selain di Banda Aceh, temuan lain dalam sidak BBPOM di Aceh Timur dari 20 sample makanan berbuka puasa yang diuji hasilnya negatif. Namun di Aceh Utara dari 25 sample ditemukan 1 sample mi diduga mengandung boraks.

Sedangkan di Nagan Raya dari 36 sample, 1 sample kerupuk tempe positif mengandung boraks. Dan di Aceh Barat Daya dari 52 sample juga ditemukan 6 sample mengandung boraks pada kerupuk jengek dan bahan pembuat mi atau air abu.

Dikatakan, dalam sidak yang dilakukan tersebut target pihaknya adalah produk-produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.

"Mi kita masih punya persoalan, maka pada hari ini kita turun dan banyak mi yang kita pantau. Selain mi, juga ada minuman yang kita curigai untuk kita uji," sebutnya.

Zulkifli menjelaskan mi yang mengandung formalin atau boraks warnanya lebih mengkilat, dan tahan selama tiga hari, dan lebih kenyal. Maka ia mengimbau masyarakat sebelum membeli mi lihat dulu ciri-ciri dari mi tersebut.

Sementara Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin yang juga ikut dalam sidak tersebut menyampaikan Pemko Banda Aceh berkomitmen agar makanan khususnya mi di Banda Aceh bebas dari bahan-bahan berbahaya.

"Apalagi mi seperti yang kita tahu sangat dikenal di Aceh, maka kita bersama BPOM akan mengawal mi agar bebas dari formalin dan boraks," katanya.

Pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku yang menjual mi mengandung bahan berbahaya. "Apabila itu pemain lama maka akan kita tindak tegas, tidak kita ingatkan lagi. Tindakan yang diberikan berupa kita tutup izinnya," kata Zainal Arifin. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved