Heboh ‘Surat Cinta’ Rektor Unsyiah kepada Asrama Putri UIN Ar-Raniry, Ini Kata Kolektor Manuskrip

Pimpinan UIN harus bersikap menghentikan upaya Unsyiah untuk mengklaim secara hukum tanah-tanah di Kopelma sebagai milik Unsyiah, bukan milik rakyat

KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kolase foto kolektor naskah kuno Tarmizi A Hamid dan surat rektor Unsyiah. 

“Dulu gedung Unsyiah bisa dipakek oleh IAIN, begitu juga gedung IAIN juga boleh pakai untuk Unsyiah. Itu hasil musyawarah orang tua dahulu. Kenapa sekarang mau dipecah-pecah seakan-akan itu tanah warisan?,” ungkap Tarmizi A Hamid.

Pria yang akrab disapa Cek Midi ini pun mempertanyakan para civitas akademika UIN Ar-Raniry, terutama guru besarnya yang terkesan diam dalam menyikapi hal ini.

Menurutnya, pimpinan UIN harus bersikap menghentikan upaya Unsyiah untuk mengklaim secara hukum tanah-tanah di Kopelma sebagai milik Unsyiah, bukan lagi milik rakyat Aceh.

Baca: Darussalam Kota Pendidikan

Surat Rektor Unsyiah

Seperti diberitakan, selembar surat berlogo Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang ditujukan kepada Pengelola Asrama Putri Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, menghebohkan insan Kampus Darussalam, sejak dua hari ini.

'Surat Cinta' tersebut tertanggal 6 Mei 2019 dan ditandatangani oleh Rektor Unsyiah, Prof H Samsul Rizal MEng.

Surat itu ditujukan kepada pengelola asrama putri UIN Ar-Raniry, gedung yang selama ini dikelola oleh UIN Ar-Raniry, tepatnya di belakang kampus PDPK Unsyiah atau jalan di samping Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Dalam surat bernomor B/3509/UN11/RT.04.01/2019 tersebut diterangkan, bahwa bangunan asrama putri UIN Ar-Raniry yang berada di samping Fakultas Ekonomi Unsyiah itu adalah aset tanah Unsyiah sesuai dengan sertifikat hak pakai nomor 01.01.04.12.4.00001 Kelurahan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Madya Banda Aceh, Provinsi Daerah Istimewa Aceh, tanggal 14 Desember 1992.

Di atas tanah tersebut, direncanakan akan dibangun gedung percetakan Unsyiah.

Oleh sebab itu, untuk kelancaran pembangunan gedung itu, Unsyiah meminta kepada pengelola asrama putri UIN Ar-Raniry untuk bersiap-siap, jika sewaktu-waktu diminta untuk mengosongkan gedung tersebut.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved