Heboh Surat Rektor Unsyiah untuk Asrama Putri UIN, Ini Sejarah Kepemilikan Tanah Kampus Darussalam

Warga Kopelma Darussalam yang juga dosen senior UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Fuad Mardhatillah angkat bicara terkait hal itu.

Heboh Surat Rektor Unsyiah untuk Asrama Putri UIN, Ini Sejarah Kepemilikan Tanah Kampus Darussalam
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kolase foto Dosen UIN Ar-Raniry Fuad Mardhatillah dan surat Rektor Unsyiah kepada pengelola Asrama Putri UIN Ar-Raniry. 

Heboh Surat Rektor Unsyiah untuk Asrama Putri UIN, Ini Sejarah Kepemilikan Tanah Kampus Darussalam

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam dua hari terakhir, insan kampus Darussalam dihebohkan dengan surat pemberitahuan Unsyiah kepada pengelola asrama putri UIN Ar-Raniry agar bersiap mengosongkan bangunan, karena kawasan itu masuk aset tanah Unsyiah.

Surat pemberitahuan itu sudah beredar di media sosial sejak Kamis (10/5/2019).

Sejumlah dosen, awak kampus, dan mahasiswa UIN Ar-Raniry membahas surat edaran tersebut di media sosial mereka, seperti Facebook dan Instagram.

Warga Kopelma Darussalam yang juga dosen senior UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Fuad Mardhatillah angkat bicara terkait hal itu.

Dalam sebuah komentar pada status Facebook Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (KBA), Fuad menjelaskan panjang lebar terkait sejarah kepemilikan tanah di kompleks Darussalam, Banda Aceh, tanah yang kini berdiri dua kampus ternama di Aceh, Unsyiah dan UIN Ar-Raniry.

Dia menjelaskan, tanah yang saat ini berdiri kampus adalah tanah hibah masyarakat Aceh pada tahun 1959.

Tanah itu merupakan tanah awal gampong Kopelma Darussalam.

"Saat itu tanah kampus diserahkan Bapak Camat Kecamatan Darussalam saat itu, Tgk Muhammad kepada Yayasan Pembina Darussalam (YPD), yang kala itu diketuai oleh Prof Ali Hasymi dan sebagai Gubernur Aceh saat itu. Ini masih ada saksi historisnya, keturunan Tgk Muhammad," tulis Fuad Mardhatillah.

Baca: Kisah Titi DJ Putuskan Mualaf, Sudah Hafal Al-Fatihah Sejak SD Jadi Salah Satu Alasannya

Jadi, lanjut Fuad, jika hari ini ada klaim pemilikan tanah di areal tapak awal kampus oleh Unsyiah, ini adalah tindakan sepihak yang sewenang-wenang dan mengangkangi realitas sejarah awal berdirinya kopelma Darussalam.

Halaman
1234
Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved