Kasus Disdik dan PD Pakat Beusaree Masih Disidangkan

Dua kasus hukum di Aceh Barat meliputi dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan (Diskdik) dan dugaan

Kasus Disdik dan PD Pakat Beusaree Masih Disidangkan
KAPOLRES Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, didampingi Kasat Reskrim dan KBO memperlihatkan dua tersangka dan barang bukti uang Rp 331,5 juta dari Rp 1,7 miliar dalam kasus dugaan korupsi dana APBK dikelola PD Pakat Beusare pada konferensi pers di Mapolres setempat 

MEULABOH - Dua kasus hukum di Aceh Barat meliputi dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan (Diskdik) dan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah (PD) Pakat Beusaree masih bergulir di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Kedua kasus itu masih agenda pemeriksaan saksi-saksi yang berlangsung pada persidangan, Kamis (9/5).

Informasi yang diperoleh Serambi dari Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Barat, Fakhrol Rozi SH menjelaskan, untuk kasus Disdik pemeriksaan saksi meringankan diagendakan berlangsung dua hari, yakni Kamis dan Jumat (9-10/5). Saksi meringankan itu dihadirkan oleh pihak terdakwa. Sedangkan empat orang terdakwa dalam kasus pungli ini tetap ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banda Aceh. “Sidang kasus Disdik masih berlangsung hingga besok (hari ini-red),” katanya.

Pada kasus PD Pakat Beusaree dengan dua terdakwa, ujar Fakhrol Rozi, juga masih agenda pemeriksaan saksi yang digelar, Kamis dan Jumat (9-10/5). “Setelah menjalani persidangan, kedua terdakwa juga kembali ditahan di LP Banda Aceh, “ tukas Fakhrol Rozi yang berindak sebagai Jaksa Penunut Umum (JPU) dalam kedua kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, PN Tipikor Banda Aceh pada Jumat (22/2), mulai menyidangkan kasus dugaan pungli dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 dengan terdakwa pegawai dan rekanan dari Disdik Aceh Barat. Empat terdakwa dalam kasus ini adalah, Mahlil Budiman (rekanan), Ahlizar (mantan kepala Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB), Zamlinar (mantan kepala SDN Ranto Panyang II), dan Riswandi (tenaga honorer).

Kasus itu berawal saat Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, seorang kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan, sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan pungli di dinas tersebut. Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada Senin, 20 Agustus 2018. Tim juga menyita uang dari tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Sementara untuk kasus PD Pakat Beusaree menjerat dua terdakwa dugaan korupsi yakni mantan direktur utama (Dirut), Sofyan Suri (66) dan mantan direktur administrasi, Rahmad (45). Kasus berawal ketika Polres Aceh Barat menahan Sofyan Suri (66) dan Rahmad (45), dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari APBK Aceh Barat. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima hasil audit temuan kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 1,7 miliar. Dana di PD Pakat Beusare itu bersumber dari APBK Aceh Barat tahun 2006 yang awalnya berjumlah Rp 2,5 miliar. Pada kasus itu, polisi berhasil mengamankan BB (barang bukti) sebesar Rp 331,5 juta.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved