Menelusuri Jejak Rasul di Sekitar Nabawi

Madinah merupakan kota yang menyimpan sejarah panjang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW

Menelusuri Jejak Rasul di Sekitar Nabawi
SERAMBI/MURSAL ISMAIL
WARTAWAN Serambi Indonesia, Mursal Ismail berswafoto (selfie) di depan Masjid Ghamamah, Madinah, Arab Saudi, Kamis (9/5). 

MADINAH - Madinah merupakan kota yang menyimpan sejarah panjang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, dalam memperjuangkan agama Islam di tanah Arab hingga tersebar ke muka bumi. Mursal Ismail, Wartawan Serambi Indonesia bersama rombongan travel PT Ameera Mekkah berkesempatan untuk mengunjungi kota suci ini dalam rangkaian ibadah umrah, Kamis (9/5).

Tak hanya melaksanakan ibadah sunat, seperti shalat arbain di Masjid Nabawi dan memperbanyak doa, rombongan juga menelusuri jejak Rasul dengan berziarah ke Makam Rasulullah dan dua sahabatnya, Abu Bakar serta Umar bin Khatab di Raudhah Masjid Nabawi. Khusus, Kamis (9/5), rombongan juga dibawa berziarah ke Jannatul Baqi’. Di tempat pemakaman yang juga dekat Masjid Nabawi ini, antara lain juga terdapat makam istri Nabi Muhammad, Aisyah dan keluarganya, serta makam sahabat Nabi, Usman bin Affan.

“Sedangkan makam istri Nabi Siti Khadijah di Mekkah, karena beliau meninggal sebelum Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah,” kata Syakir, Muthawwif asal Aceh sebelum kami masuk ke kompleks pemakaman itu.

Kini, setiap jamaah umrah dan haji yang meninggal di Madinah juga dimakamkan di Baqi’. Benar saja, saat kami masuk, terlihat berjejer pemakaman lainnya. “Nanti kalau sudah lama, makam para jamaah haji dan umrah lainnya dipindahkan ke lokasi lain agar muat makam lainnya di pemakaman tersebut,” kata Tgk Asnawi, jamaah umrah dari Banda Aceh.

Seusai berziarah ke makam ini, kami dibawa ke Masjid Ghamamah. Menurut sejarah, pada tahun 631 Masehi di lokasi masjid ini, Nabi Muhammad SAW mengimami shalat Id. Selain itu, saat berkhutbah di lokasi ini, Nabi Muhammad ditutup awan sehingga terhindar dari teriknya matahari. “Oleh karena itu, Masjid ini juga disebut masjid awan,” kata Syakir lagi.

Dekat Masjid Ghamamah, juga berdiri satu masjid yang diberi nama Masjid Abu Bakar, karena di lokasi ini dulunya adalah rumah Abu Bakar. Tak terlalu jauh dari lokasi itu, juga ada satu masjid lainnya yang diberi nama Masjid Saidina Ali.

Pasalnya, di lokasi masjid ini, dulu adalah rumah Saidina Ali. Tentu pembangunan masjid atas nama kedua sahabat itu untuk mengenang bahwa di lokasi itu lah rumah keduanya dulu.

Melihat lokasi yang saling berdekatan ini, tentu mengingatkan kita bahwa para sahabat itu memang tak mau jauh dari Nabi Muhammad SAW di Madinah. Bukankah mereka semua dari Mekkah yang hijrah ke Madinah mengikuti Baginda Rasul? Namun, entah karena terlalu dekat dengan Masjid Nabawi atau ada alasan lain, ketiga masjid itu kini tak digunakan untuk beribadah, melainkan cuma sebagai destinasi wisata sejarah Islam.

Begitulah sepintas tentang jejak Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, dan sahabat di masjid dan sekitar Masjid Nabawi. Tentu banyak lagi jejak-jejak lainnya yang belum sempat kami datangi, seperti Masjid Quba. Masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah Muhammad SAW di Quba, Madinah pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi.(sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved