Ombak Besar Landa Pijay, Ribuan Nelayan Panteraja tak Berani Melaut

Panglima Laot Lhok Kecamatan Panteraja, Pijay, Tgk Yusri mengatakan, ombak besar terjadi karena saat ini sedang musim barat.

Ombak Besar Landa Pijay, Ribuan Nelayan Panteraja tak Berani Melaut
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Boat nelayan ditambatkan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Panteraja, Pidie Jaya, Jumat (10/5/2019). Nelayan tidak berani melaut karena ombak besar yang melanda kawasan itu sejak beberapa hari terakhir. 

Ombak Besar Landa Laut Pijay, Ribuan Nelayan Panteraja tak Berani Melaut

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Ombak besar melanda laut kawasan Panteraja, Pidie Jaya dalam beberapa hari terakhir.

Akibatnya, sekitar 1.400 nelayan yang berdomisili di Kecamatan Panteraja, tak berani melaut.

Panglima Laot Lhok Kecamatan Panteraja, Pijay, Tgk Yusri kepada Serambinews.com, Jumat (10/5/2019) mengatakan, ombak besar terjadi karena saat ini sedang musim barat.

Nelayan tak berani melaut dan menambatkan boat di Tempat Pendaratan Ikan (TPI).

"Nelayan tak berani melaut karena dapat mengancam keselamatan jiwa dan boat," ujarnya.

Baca: ‘Surat Cinta’ Rektor Unsyiah kepada Asrama Putri UIN Ar-Raniry Hebohkan Insan Kampus Darussalam

Menurut Yusri, kondisi ini diperkirakan baru normal kembali setelah tiga bulan.

Hal ini merujuk pada setiap pergantian musim timur ke barat rata-rata membutuhkan waktu tiga bulan.

Musim barat memberi dampak hasil tangkapan sangat minim. Sedangkan pada musim timur hasil tangkapan nelayan melimpah.

Akibat nelayan tak melaut, kini sudah berpengaruh pada harga ikan di pasar.

"Seperti ikan tongkol biasanya Rp 20.000/Kg naik menjadi Rp 35.000/Kg, begitu juga dencis dari Rp 20.000/Kg kini naik Rp 30.000/Kg," sebut Yusri.(*)

Baca: Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Dugaan Makarnya, Eggi Sudjana: Ini Oknum yang Memberi Order

Baca: Wiranto Tanggapi Soal Ancaman Menutup Media: Ini Jelas Bukan Diktator, Sangat Demokratis

Baca: PLN Sebut Pemadaman Mulai Teratasi, Ombudsman: Kelemahan Sistem Interkoneksi Rugikan Aceh

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved