Pemerintah Aceh Berambisi Ciptakan 1.000 Saudagar Baru

Pemerintah Aceh berusaha melakukan investasi dengan kekuatan sendiri untuk mendorong tumbuh-mekarnya

Pemerintah Aceh Berambisi Ciptakan 1.000 Saudagar Baru
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah saat menyampaikan ceramah tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh 

JAKARTA - Pemerintah Aceh berusaha melakukan investasi dengan kekuatan sendiri untuk mendorong tumbuh-mekarnya ekonomi mikro. Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Plt Gubernur, Ir Nova Iriansyah MT berambisi menciptakan 1.000 saudagar baru.

Hal itu disampaikan Nova Iriansyah saat berbicara di hadapan masyarakat Aceh di Jakarta, Rabu (8/5) malam. Kegiatan tersebut diselenggarakan Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PP TIM). Hadir sejumlah tokoh Aceh, termasuk dua anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya dan Nasir Djamil. Untuk ceramah Ramadhan diisi oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Nova mengatakan, dirinya bertekad menurunkan angka kemiskinan di Aceh, yang disebut-sebut tertinggi di Sumatra. “Tapi dalam survei lain, Aceh daerah nomor dua paling bahagia dari 34 provinsi di Indonesia. Saya bingung, berarti di Aceh, orang miskin bahagia. Ini bagaimana?” ujar Nova Iriansyah yang disambut tawa hadirin.

Meski masuk sebagai daerah nomor dua paling bahagia di Indonesia, bukan berarti Nova berdiam diri saja. “Tapi, kita tetap dan berusaha keras menurunkan angka kemiskinan. Tapi kalau pakai anggaran negara, tidak mungkin. Harus ada investasi,” ujarnya. Disebutkan dia, anggaran negara hanya untuk merangsang saja, selebihnya harus ada investasi. “Kita simpulkan, harus ada investasi,” tandas dia.

Tapi, beber Plt Gubernur, persoalannya investasi skala besar belum bisa masuk ke Aceh. “Maka solusinya adalah mengembangkan dulu investasi skala kecil dalam bentuk usaha kecil menengah atau UKM,” ulasnya.

Pada bagian lain, Nova Iriansyah menerangkan, menjadi gubernur di Aceh tantangannya sangat berat. Ia menceritakan pengalamannya saat didemo mahasiswa besar-besaran di Banda Aceh, beberapa waktu lalu, terkait penolakan terhadap keberadaan PT Emas Mineral Murni (EMM), perusahaan pertambangan yang beroperasi di Nagan Raya dan Aceh Tengah.

“Saya heran, kenapa saya didemo besar-besaran. Padahal saya juga setuju dan sependapat dengan tuntutan mereka. Tapi inilah yang terjadi di Aceh,” tukas Nova.

Hal lain yang disampaikan Nova terkait etos para pegawai negeri di Pemprov Aceh. “Masih lemah. Saya pernah punya ide untuk mengirim pegawai di Aceh untuk melakukan latihan di Rindam atau pusat pelatihan. Tapi setelah dihitung, biayanya besar sekali. Ini untuk meningkatkan etos pegawai,” pungkas Nova Iriansyah.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved