Pemilik Mobil Rental Tangkap Dua Kurir Ganja, Karena Mobilnya Dipakai untuk Angkut 95,15 Kg Ganja

Ganja seberat 95,15 Kg dari lima karung goni bersama dua kurir, diamankan warga dan diserahkan ke kepolisian Bener Meriah.

Pemilik Mobil Rental Tangkap Dua Kurir Ganja, Karena Mobilnya Dipakai untuk Angkut 95,15 Kg Ganja
Serambinews.com
Satnarkoba Polres Bener Meriah mengamankan dua kurir ganja yang ditangkap warga, Jumat (10/5/2019). 

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Ganja seberat 95,15 Kg dari lima  karung goni bersama dua kurir, diamankan warga dan diserahkan ke kepolisian Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Narkobanya, Iptu Muhammad Daud, Jumat (10/5/2019) mengatakan dua tersangka yang ditangkap yakni Muhammad Nasir (22) warga Kampung Serdang, Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Akhmar Syafitra (25) warga kampung Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues.

"Mereka ditangkap oleh pemilik rental mobil yang curiga pada dua pelaku ini. Karena, sebelum merental mobil pelaku mengatakan akan menuju Banda Aceh. Namun kemudian malah melaju ke arah Beutong, Nagan Raya, dan putar arah menuju jalan KKA," ujar Kasat Narkoba ini.

Akibatnya, pemilik rental mobil yang curiga mobilnya akan digelapkan, mengejar dua pelaku dengan pantauan GPS, hingga ke jalan eks KKA, tepatnya di Kampung Bale Musara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

"Setelah dikejar, ternyata didalam mobil ditemukan ganja," ungkapnya.

Selanjutnya, pemilik mobil rental itu mengamankan kedua tersangka dan barang bukti lima goni ganja.

Hingga kemudian tim Opsnal SatresNarkoba Polres Bener Meriah mengamankan dan menyita barang bukti, dan kedua pelaku diboyong ke Mapolres setempat.

"Kedua pelaku ini sebenarnya hanya perantara. Ia ditugaskan oleh tersangka lainnya berinisial N yang masih DPO," papar Iptu Muhammad Daud.

Kedua pelaku diiming-imingi upah Rp 200 ribu perkilogramnya dari total hampir 100 kg ganja. Dan untuk biaya operasional awal diberikan uang sebesar Rp 3 juta.

"Kami menduga ini termasuk sindikat jaringan narkotika di Aceh, karena cara kerja mereka yang sulit dideteksi, terlebih kedua perantara pembawa ganja ini tak tahu harus dibawa kemana ganja itu, jika sampai di Lhokseumawe. Karena harus menunggu instruksi dari tersangka lain yang masih kami kejar," tegasnya.(*)

Baca: Bandar Sabu Gigit Anggota Polres Aceh Utara saat Ditangkap Seusai Transaksi di Belakang Mobil Polisi

Baca: 80 Persen Kopi Gayo dari Koperasi Baburrayan Aceh Tengah Dijual ke Starbucks

Baca: Pernah Hantui Kejayaan Orde Baru, Fenomena Setan Gundul Muncul Kembali Usai Pemilu 2019

Penulis: Muslim Arsani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved