Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Dugaan Makarnya, Eggi Sudjana: Ini Oknum yang Memberi Order

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan makar yang dialaminya.

Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Dugaan Makarnya, Eggi Sudjana: Ini Oknum yang Memberi Order
Capture CNN Indonesia
Soroti Beberapa Kejanggalan Kasus Dugaan Makarnya, Eggi Sudjana: Ini Oknum yang Memberi Order 

SERAMBINEWS.COM - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan makar yang dialaminya.

Diketahui Eggi Sudjana dilaporkan oleh Suryanto, relawan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin Center (Pro Jomac), karena menyerukan people power berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2019.

Dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube CNN Indonesia, Kamis (9/5/2019), Eggi yang menunjukkan surat pemanggilannya sebagai tersangka dan menuturkan beberapa hal yang menurutnya janggal.

Yang pertama ia mencurigai mengenai waktu pelaporan dirinya hingga kasus yang dilimpahkan dari Bareskrim ke Polda Metro Jaya.

Baca: ‘Surat Cinta’ Rektor Unsyiah kepada Asrama Putri UIN Ar-Raniry Hebohkan Insan Kampus Darussalam

Baca: Hati-hati! Malas Olahraga Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Gagal Ginjal

"Ada beberapa hal ya, yang pertama dilihat dari atas dasar laporan polisi, laporan polisinya ini tanggal 19 April, kemudian tanggal 26 saya diperiksa sampai 13 jam di Polda Metro, tapi laporannya ini mereka ke Bareskrim, Bareskrim limpahkan ke Polda. Keanehannya ini dalam segi kecepatan waktu tak lazim," ujarnya.

Yang kedua mengenai pertanyaan yang diberikan penyidik kepadanya saat menjadi saksi.

"Kemudian dari sisi materi yang berkait dengan pemeriksaan kepada sayanya itu lebih banyak ditanya pendapat, kan saya dipanggilnya untuk klarifikasi," tuturnya.

Saat itu, ia menyebut dipertontonkan oleh video dirinya yang berpidato menyebut people power saat Rabu (17/5/2019).

"Malah justru saya yang ingin tanyakan, dipertontonkan (video pidatonya) terus ditanya bagaimana dengan kondisi seperti ini kalau nanti dapat mempengaruhi masyarakat lain."

"Lho kalau bagaimana itu kan pendapat, (oleh) staf ahli, saya kan enggak dalam konteks itu, waktu itu konteks saya saksi, saya kan juga menyaksikan siapa, enggak tahunya tersangkanya diri saya sendiri."

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved