Ada 'Typo' di Uang Kertas Baru Australia, Tapi Baru Disadari 6 Bulan Kemudian

Terlepas dari itu, Bank sentralnya Australia telah mengumumkan bahwa uang kertas yang salah eja sudah beredar akan diganti.

Ada 'Typo' di Uang Kertas Baru Australia, Tapi Baru Disadari 6 Bulan Kemudian
Dylan Coker via Science Alert
Ada Typo di Uang Kertas Keluaran Australia, Tapi Tak Ada yang Menyadarinya Sampai 6 Bulan 

SERAMBINEWS.COM - Seperti halnya buku-buku dalam rak yang dipajang tapi tak pernah dibaca, uang kertas juga memiliki nasib yang sama.

Uang kertas ada digunakan hampir setiap hari, namun tak pernah benar-benar diperiksa dengan cermat.

Itulah yang terjadi pada uang kertas pecahan 50 dolar Australia yang baru dirilis bulan Oktober lalu.

Dilansir dari Science Alert (10/5/2019), ada kesalahan ejaan atau typo dalam uang kertas keluaran Australia tersebut, tapi baru disadari 6 bulan kemudian.

Baca: Legenda Kuno Emas Super Murni Terbukti: Ilmuwan Buktikan Teknik Pemurnian Emas Abad Pertengahan

Pada saat itu, 46 juta cetakan telah diedarkan, tanpa mengetahui bahwa apa yang sebenarnya mereka pegang di tangan mereka adalah uang dengan kesalahan ketik.

Bahkan beberapa orang dengan agak bercanda mengatakan kesalahan ketik dalam uang kertas itu sebagai 'suatu rasa malu nasional'.

Secara keseluruhan, uang kertas yang keliru senilai 2,3 miliar dolar Australia (Rp 23 triliun) kini beredar.

Baca: Balapan Liar Marak Selama Ramadhan di Kota Langsa

Memang, kesalahan yang ada di uang kertas itu tidak mudah dideteksi.

Karena paling tidak, penerima hanya akan memerhatikan gambar Edith Cowan, yang pada 1921, menjadi anggota Parlemen wanita pertama di Australia, dan potretnya diabadikan dalam uang kertas Australia sejak 1995.

Namun, kehadirannya yang tetap pada uang kertas bernilai 50 dolar Australia, menyembunyikan 'perubahan' dalam cetakan yang ukurannya kecil.

Baca: Merasa Dapat Ancaman dari Iran, AS Kerahkan Pesawat Bomber B-52 ke Teluk Persia

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved