Opini

Permainan Tradisional Cegah Anak Hidup Konsumtif

Olahraga merupakan akvifitas tubuh secara pribadi, tim, kelompok atau regu yang sering dilakukan sehari-hari

Permainan Tradisional Cegah Anak Hidup Konsumtif
IST
ADI ARADI, S.PD, Mahasiswa Program Magister Pendidikan Olahraga Unsyiah

Fakta terjadi dalam masyarakat begitu banyak tradisi yang semakin ditinggalkan. Contohnya, permainan tradisional anak yang hampir tidak pernah kita jumpai lagi. Penulis sangat merasakan bagaimana indahnya masa kecil yang belum tersentuh dengan teknologi seperti sekarang, dimana permainan tradisional hanya menggunakan alat-alat sederhana. Bahkan terkadang tanpa alat dan biaya yang besar, hanya mengandalkan tenaga dan kekompakkan.

Masa-masa kecil tersebut dilalui dengan kebahagian dan menjadi kenangan ketika bertemu dengan teman-teman tersebut. Cerita manis yang dirasakan merupakan dampak dari permainan tradisional yang melekat dalam sanubari bagi para pelakunya, termasuk di dalamnya pola berfikir praktis, mandiri, kreatif, dan ekonomis untuk memanfaatkan fasilitas alam yang tersedia. Apakah pengalaman tersebut juga akan dirasakan anak-anak generasi sekarang?

Berkaitan dengan semakin hilangnyan permainan olahraga tradisional penulis tertarik tentang dampak permainan tradisonal terhadap prilaku konsumtif anak. Seperti yang kita ketahui bahwa usia anak-anak identik dengan usia bermain, bahkan sering kita dapati suatu kata seloroh seperti “masa kecil kurang bahagia” apabila kita melihat orang dewasa masih memainkan permainan tradisional tersebut.

Bila berbicara mengenai olahraga, maka kita menyadari bahwa ada bermacam-macam cabang olahraga dan permainan yang bisa dipilih dan serius untuk menekuninya. Ada olahraga modern yang mempunyai cara dan aturannya akan berbeda dengan olahraga tradisional yang masih minim, baik dari tata cara bermain dan aturan-aturannya.

Ada juga olahraga yang dirancang untuk melatih fisik atau otot para pelakunya, ada pula yang dibuat untuk menstimulasi kesegaran rohani atau psikis serta merancang kerja otak.

Sejauh ini hanya di Indonesia yang mengenalkan jenis olahraga dan permainan tradisional kepada publik. Yang dimaksud tradisional adalah jenis olahraga dan permainan yang timbul berdasar permainan dari masing-masing suku dan etnis yang ada di Indonesia.

Cabang ini tidak semuanya dilombakan baik secara nasional maupun internasional. Ada pun cabang-cabangnya adalah: sepak takraw, pencak silat, karapan sapi, engrang, loncat batu, dan lain-lain.

Permainan dan olahraga tradisional pada awalnya merupakan permainan anak-anak dalam mengisi waktu luangnya. Mereka berkumpul dan menciptakan suatu permainan dalam bentuk berbagai gerakan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekililingnya sebagai pendukung permainan tersebut, seperti pecahan genteng, kaleng bekas, karet gelang, akar pohon, pelepah kelapa, dan pisang.

Kemudian mereka membuat atauran sederhana yang mereka sepakati, apabila permainan tersebut terdiri dari dua regu maka mereka menentukan regunya dengan cara suit, yang kalah dengan yang kalah dan yang menang dengan yang menang, sehingga terbentuk dua regu.

Permainan itu diciptakan pada waktu lampau dan berkembang sesuai dengan letak geografis suatu daerah.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved