2 Tersangka Kasus Pidana Pemilu tak Penuhi Panggilan, Penyidik Polres Aceh Utara Datang ke Desa

Pemeriksaan keduanya dilakukan penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut sehingga dapat segera diberkaskan

2 Tersangka Kasus Pidana Pemilu tak Penuhi Panggilan, Penyidik Polres Aceh Utara Datang ke Desa
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Ilustrasi tata cara mencoblos pada Pemilu 2019 

2 Tersangka Kasus Tindak Pidana Pemilu tak Penuhi Panggilan, Penyidik Polres Aceh Utara Datang ke Desa

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Penyidik Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polres Aceh Utara mendatangi Desa Matang Ulim Kecamatan Baktiya Aceh Utara untuk memeriksa dua tersangka lagi dalam kasus tindak pidana pemilu.

Sebab dua kali panggilan sebelumnya tak bisa dipenuhi kedua tersangka tersebut karena sedang sakit dan satu lagi tidak berada di desa tersebut, yaitu AM (21) saksi parpol dan MK (37) ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Pemeriksaan keduanya dilakukan penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut sehingga dapat segera diberkaskan.

Baca: Status Cekal Mayjen (Purn) Kivlan Zen Dicabut, Ini Alasan Polri

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa lima tersangka di Mapolres Aceh Utara.

Selain itu penyidik juga sudah memintai keterangan dari tujuh saksi yang berada di kawasan desa setempat yang mengetahuinya.

Diberitakan sebelumnya, enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim pada saat pemilihan, Rabu (17/4/2019).

Mereka bisa melakukan pencoblosan lebih dari satu kali, karena mendapat suara dari panitia pemungutan suara (PPS) di lokasi tersebut.

Baca: Pleno KIP Aceh Besar Kembali Ricuh, Massa Pecahkan Kaca Gedung DPRK

Kejadian itu, kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya, Aceh Utara.

“Kemarin penyidik mendatangi Desa Matang Ulim untuk memeriksa dua tersangka lagi dalam kasus itu. Karena panggilan sebelumnya terhadap keduanya untuk hadir ke Mapolres Aceh Utara belum bisa dipenuhi,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambinews.com, Sabtu (11/5/2019).

Disebutkan, tersangka AM tak bisa hadir dua kali panggilan polisi karena sedang sakit.

Sedangkan MK tak bisa hadir, karena tidak ada di tempat.

Baca: Tagar #HastoMemfitnahRakyatAceh Jadi Trending Topic di Twitter

Karena itu penyidik datang ke desa tersebut, untuk memintai keterangan kedua tersangka didampingi oleh keuchik.

“Pemeriksaan kita lakukan kemarin di meunasah tersebut didampingi keuchik,” ujar Kasat Reskrim.(*) 

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved