Istilah Populer di Bulan Ramadhan, Termasuk Makna Imsak Sesungguhnya

Iftar adalah salah satu rangkaian ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul

Istilah Populer di Bulan Ramadhan, Termasuk Makna Imsak Sesungguhnya
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah saat menyampaikan ceramah tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (6/5/2019). 

Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk adalah karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma.

Sehingga, pengertian yang sesungguhnya diserap menjadi makna lain di dalam bahasa Indonesia.

Dalam istilah ‘takjil’, huruf k pada kata tersebut sebenarnya pengganti huruf ‘ain pada tulisan aslinya, sehingga huruf k dibaca tak terdengar.

Huruf k tersebut dibaca sebagai huruf ‘ain yang berbaris sukun (baris mati).

Selain ditulis dengan takjil, kadang-kadang didapati juga orang menulis dengan ta’jil.

Pada umumnya kata takjil difahami kebanyakan orang sama dengan makanan ringan (biasanya kurma) atau makanan kecil lain yang manis untuk berbuka puasa.

Seharusnya, jika diartikan, arti takjil dalam bahasa Indonesia adalah penyegeraan.

Baca: Lima Calon Pemain Seleksi Persiraja Lolos Tahap Lanjutan, Ini Profil Mereka

Dalam konteks bulan puasa, takjil ini dimaksudkan untuk penyegeraan berbuka puasa.

Oleh karena makanan berbuka puasa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad adalah kurma, maka terjadi pergeseran pengertian seolah-olah takjil itu sama dengan kurma.

Bahkan seiring dengan beragamnya makanan ringan untuk berbuka, kata takjil juga bisa berarti kolak atau makanan kecil lainnya yang manis.

5. Tarawih

Shalat Tarawih adalah salat sunnah yang dilakukan khusus pada bulan Ramadan.

Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai 'waktu sesaat untuk istirahat'.

Waktu pelaksanaan shalat sunnah ini adalah selepas isya’ dan sebelum subuh, biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Namun, ada sekelumit fakta menarik tentang shalat ini yaitu bahwa Rasulullah hanya pernah melakukannya secara berjamaah dalam tiga kali kesempatan, dan beliau tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya.

Mengapa? Beliau takut hal itu akan diwajibkan kepada umat Islam.

Baca: Setelah Menteri Agraria Tarik Sebagian Tanah HGU di Abdya, Manajemen PT CA belum Bersikap

Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat rakaat.

Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam, akan tetapi hanya dikhususkan di bulan Ramadan.

Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadan.

6. Tadarus

Istilah tadarus berasal dari asal kata darosa - yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran.

Lalu ketambahan huruf ta’ di depannya sehingga menjadi tadaarosa - yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar, atau mempelajari secara lebih mendalam.

Adapun aktivitas ‘tadarusan’ yang kita lihat sehari-hari di negeri ini, sepertinya nyaris tanpa pengkajian makna pada setiap ayat yang dibaca, kecuali sekadar membaca saja.

Baca: Kisah Dokter yang Mengoperasi Ribuan Pasien yang Terinfeksi HIV, Hingga Dia Juga Terinfeksi HIV

Terkadang benar dan tidaknya bacaan tidak terperhatikan karena tidak ada ustadz yang ahli di bidang membaca Al-Quran yang bertugas mentashih bacaan.

Bentuk tadarusan seperti itu lebih tepat menggunakan istilah tilawah wal istima’.

Kata tilawah berarti: membaca, sedangkan kata istima’ berarti: mendengar.

Kata tadaarusun jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ darasa yang artinya adalah belajar.

Kemudian mengikuti wazan tafaa’ala, sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ tadaarasa.

Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ul-nya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga dalam konteks kata ini artinya menjadi saling mempelajari.

Apabila ditashrif menjadi sebagai berikut: tadaarusan - tadarosa - yatadaarosu (تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساً) lalu didapatkanlah kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar, sehingga artinya menjadi pembelajaran secara bersama-sama.

Dengan kata lain, makna istilah ‘tadarus’ di dalam bahasa Indonesia telah mengalami penyempitan sehingga artinya menjadi sebatas pembacaan ayat-ayat Al-Quran.

7. Itikaf

Itikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Itikaf bisa dilakukan kapan saja.

Namun, Rasulullah saw menganjurkan untuk melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Baca: Truk Hantam Yamaha Vixion dan Pagar Beton SMA Seulimuem

Itikaf berasal dari bahasa Arab yaitu akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi.

Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah swt dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan pada masa yang lalu.

Orang yang melakukan iktikaf disebut sebagai mutakif.

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Istilah Populer di Bulan Ramadan, Termasuk Makna Imsak Sesungguhnya
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Arif Setyabudi Santoso

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved