Breaking News:

Pleno KIP Aceh Besar Kembali Ricuh, Massa Pecahkan Kaca Gedung DPRK

Karena inilah, massa kembali meluapkan kemarahannya dan memecahkan kaca sebelah kiri gedung DPRK

Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/foto screenshot video
Massa yang kecewa kepada KIP Aceh Besar kembali meluapkan kemarahan mereka. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rapat pleno rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar yang dilanjutkan Sabtu (11/5/2019) hari ini di gedung DPRK Aceh Besar di Kota Jantho kembali ricuh.

Massa yang kecewa dengan KIP Aceh Besar kembali meluapkan kemarahan mereka.

Sebelumnya pada Jumat (9/5/2019) massa membakar tenda dan kursi.

Namun tadi siang massa memecahkan kaca gedung DPRK setempat, karena KIP Aceh Besar tidak merespons keinginan para saksi dan massa partai lokal.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, awalnya pleno sempat berjalan beberapa saat, para saksi partai politik mulai mengikuti jalannya pleno yang dipimpin oleh komisioner KIP Aceh Besar.

Baca: Penangkapan Diwarnai Letusan Senjata, Pria Asal Aceh Utara Ini Kabur ke Sawah

Baca: Tak Ajukan Banding, Kuasa Hukum Akui T Saiful Bahri Jalani Hukuman di Lapas Banda Aceh

Baca: Seorang Nelayan di Simeulue Hilang Saat Mencari Gurita

Menurut sumber-sumber Serambi di lokasi, rekapitulasi mulai dilakukan untuk Kecamatan Lembah Seulawah untuk level DPRK.

Namun baru sesaat dimulainya pleno, sejumlah massa di luar gedung meluapkan kemarahannya.

Masih dengan alasan sebelumnya, massa dari sejumlah partai politik lokal meminta KIP Aceh Besar untuk membuka tong suara dan melakukan penghitungan suara ulang di sejumlah TPS, karena mereka mensinyalir adanya kecurangan-kecurangan.

Namun, permintaan itu hingga hari ini tetap tidak direspons oleh KIP Aceh Besar, padahal sebelumnya sudah ada rekomendasi Panwaslih Aceh Besar yang meminta dilakukan penghitungan ulang suara di 220 TPS di 15 kecamatan.

Karena inilah, massa kembali meluapkan kemarahannya dan memecahkan kaca sebelah kiri gedung DPRK dengan melemparinya dengan batu.

Dalam video yang beredar di sejumlah grup Whatsapp, massa benar-benar marah walaupun sempat dihalau oleh pihak kepolisian.

Mereka juga berteriak dan menyebutkan kata-kata curang dan kata-kata memihak.

Sumber Serambinews.com menyebutkan, pleno KIP Aceh Besar ini deadlock, karena batas penambahan waktu digelarnya pleno hanya sampai 11 Mei.

“Tapi tadi belum ada keputusa apapun, ya belum tahu bagaimana besok,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved