Satpol PP dan WH Patroli

Petugas Satpol PP dan WH Pidie terus melakukan patroli setiap hari, khususnya memantau pedagang

Satpol PP dan WH Patroli
Petugas Wilayatul Hisbah (WH)menggerebek penjual nasi. SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Ditemukan Penjual Nasi di Siang Hari

SIGLI - Petugas Satpol PP dan WH Pidie terus melakukan patroli setiap hari, khususnya memantau pedagang makanan yang bandel selama bulan suci Ramadhan 1440 H. Petugas sempat menemukan penjual nasi siang hari di Kecamatan Kota Sigli, tetapi telah dilepas setelah menandatangani surat peringatan, tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Kasatpol-PP dan WH Pidie, Drs Iskandar, Sabtu (11/5) mengatakan pihaknya juga memantau seorang wanita berprofesi sebagai guru yang menjual mi di rumahnya di Kecamatan Kota Sigli lebih awal. “Warga sering memergoki wanita penjual penganan berbuka lebih awal. namun, saat anggota kita datang, wanita itu cepat-cepat memindahkan makanan ke dalam rumah,” jelasnya.

Dia menambahkan, petugas Satpol-PP dan WH Pidie akan terus memantau pedagang penganan berbuka di pasar Kecamatan Sakti. Di pasar tersebut, ada warga yang menjual penganan berbuka pada pukul 14.00 WIB, tentunya pedagang itu tidak mempedomani seruan Forkopimda Pidie yang menetapkan jadwal berjualan penganan berbuka mulai pukul 16.00 WIB.

“Banyak pedagang yang tidak mengetahui jadwal menjual penganan berbuka puasa. Saya rasa tidak efektifnya sosialisasi seruan. dimana seharusnya jauh-jauh hari sebelum puasa oleh dinas terkait dengan menggandeng Muspika,” ujarnya.

Seharusnya, katanya, seruan disampaikan kepada warga sepuluh hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Tak hanya itu, mantan Camat Simpang Tiga itu menambhkan sosialisasi jadwal pedagang berjualan makanan berbuka harus melibatkan Muspika di kecamatan.

“Kalau sosialisasi seruan jual penganan berbuka kepada warga bukan tugas kami. Satpol-PP dan WH bertugas menertibkan pedagang penganan yang menjual makanan pada siang hari di bulan puasa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan terbatasnya personel, maka tidak seluruh tempat pedagang penganan berbuka mampu dipatroli. Dia mengatakan patroli dilaksanakan tiga kali dalam satu hari, yakni mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dan sore hari pada pukul 14.30 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam, T Sabirin menyebutkan seruan bersama telah disampaikan kepda kecamatan sebelum puasa, di mana pedagang boleh berjualan seusai shalat Ashar atau pada pukul 16.00 WIB. Dikatakan, sejauh ini dinasnya belum menerima informasi ada warga ditangkap oleh petugas Satpol PP dan WH Pidie karena berjualan di siang hari.

“Sanksi diberikan oleh Satpol-PP dan WH Pidie. Kalau satu kali diberikan surat peringatan, tetapi kalau sudah dua kali, maka harus diproses zecara qanun. Tapi, pemberian sanksi wewenangnya Satpol-PP dan WH,” jelasnya. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved