Teuku Saiful Bahri Dibawa Pulang ke Aceh

Teuku Saiful Bahri (TSB) PT Tamitana, satu dari tiga tervonis kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018

Teuku Saiful Bahri Dibawa Pulang ke Aceh
IST
MEURAH BUDIMAN, Kadiv PAS Kanwil Kemenkumham Aceh

* Tervonis Suap DOKA Bersama Irwandi Yusuf

BANDA ACEH - Teuku Saiful Bahri (TSB) PT Tamitana, satu dari tiga tervonis kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 akhirnya dibawa pulang ke Aceh untuk menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh. Sesuai vonis majelis hakim beberapa waktu lalu, TSB akan ditahan selama lima tahun.

Awalnya, Serambi memperoleh informasi TSB pulang ke Aceh melalui selembar foto yang di dalamnya terekam sosok mirip TSB. Dalam foto itu, TSB tampak baru tiba di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Dia mengenakan pakaian dan kaca mata hitam, serta topi merah.

Sontak, sejumlah kalangan pun bertanya-tanya mengapa TSB—yang sudah divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta—bisa berada di Banda Aceh, seperti terlihat dalam foto tersebut. Belakangan, berembus kabar bahwa TSB memang dibawa pulang ke Banda Aceh untuk menjalani hukuman di LP Kelas IIA Banda Aceh yang berlokasi di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Setelah itu, Serambi mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman. Meurah mengakui TSB dibawa pulang ke Banda Aceh untuk menjalani hukuman di LP Banda Aceh. “Iya benar, Jaksa KPK mengeksekusi tervonis Teuku Saiful Bahri ke LP Banda Aceh sejak Rabu, 8 Mei 2019,” ujarnya.

Ditanya apakah terhukum Teuku Saiful Bahri sengaja dipindah atau ditransfer dari rutan KPK Jakarta--tempat dia mendekam selama ini--ke LP Banda Aceh, Meurah menjelaskan, terhukum bukan dipindah tapi memang dieksekusi langsung oleh jaksa KPK untuk dihukum di LP Banda Aceh. “Jadi, tahanan (TSB-red) bukan dipindah. Setelah putusan di Jakarta beberapa waktu lalu, jaksa KPK memang mengekseskusi dia ke LP Banda Aceh,” ungkap Meurah Budiman.

Selama ini, sambungnya, TSB ditahan di rutan KPK. Ada aturan, sebut Meurah, bagi tahanan yang sudah divonis dan berkekuatan hukum tetap atau inkrah tidak boleh lagi ditahan di rutan KPK. “Statusnya juga sudah inkrah karena yang bersangkutan tidak banding, jadi langsung dieksekusi dan eksekusinya ke LP Banda Aceh,” timpalnya.

Lantas apakah permintaan khusus TSB untuk ditahan di Banda Aceh, Meurah Budiman mengaku kurang tahu. “Itu kami kurang tahu, karena informasinya memang jaksa KPK yang langsung mengeksekusi tervonis (TSB-red) ke LP Banda Aceh,” pungkas Meurah Budiman.

Seperti diketahui, Teuku Saiful Bahri bersama dua terdakwa lain dalam kasus suap DOKA yaitu Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal sudah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, awal April lalu. Teuku Saiful Bahri terbukti menerima suap. Atas perbuatannya itu, TSB divonis lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved