TKD: Kekalahan Telak Jokowi-Ma’ruf di Aceh karena Ketiadaan Dana Saksi, bukan karena Money Politics

Ada juga beberapa warganet yang menyinggung tentang banyaknya alat peraga kampanye dan kegiatan Capres/Cawpres 01 di Aceh.

TKD: Kekalahan Telak Jokowi-Ma’ruf di Aceh karena Ketiadaan Dana Saksi, bukan karena Money Politics
Facebook.com/Imran Mahfudi
Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Amin Aceh, Imran Mahfudi 

"Selama memasuki tahapan kampanye, sampai hari ini BPN (Aceh) bekerja dengan dana yang minim, tanpa intimidasi, tidak curang, apalagi menaikkan suara rakyat. Aceh dua kali pilpres tetap mempercayakan amanah kepada Prabowo-Sandi, apalagi merupakan hasil Ijtimak Ulama," tuturnya.

Politikus Gerindra itu meminta Hasto memahami bahwa rakyat Aceh selalu mengikuti hasil Ijtimak Ulama.

Rakyat Aceh, kata Wen Rimba, percaya pada capres-cawapres hasil Ijtimak Ulama.

"Yang harus dipahami oleh Sekjen PDIP tersebut bahwa rakyat Aceh itu rakyat yang cinta pada ulama, anti-ketidakadilan, anti-pencitraan, anti-kebohongan, dan anti-penista Agama. Rakyat Aceh tidak materialistis, rakyat sangat rasional, sangat tahu mana yang hak dan mana yang batil," pungkasnya.

Baca: BREAKING NEWS - Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap Polisi

"Selama ini kampanye yang jor-joran secara pendanaan adalah justru pihak 01, bahkan dengan melibatkan aparatur negara," imbuh dia.

Wen Rimba pun membantah tuduhan Hasto yang menyebut Gerindra dan PKS menggerus suara partai lokal di Aceh.

Dia menilai tudingan itu tendensius dan cenderung memecah belah.

"Kepada Saudara Hasto, jangan asal bunyi dan Anda keliru besar dalam menilai kondisi Aceh kekinian. Saudara Hasto telah menghina rakyat Aceh dengan tuduhan money politics. Kami selaku rakyat Aceh mengutuk keras statement keji dan penghinaan tersebut," tegas Wen Rimba.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak juga ikut merespon tuduhan Hasto tersebut melalui twitter.

"Mas Hasto menebar Fitnah kpd paslon Prabowo-Sandi, serta Rakyat Aceh. Hoax yg dia tebar akan tetap aman tanpa penanganan hukum sama sekali. Keadilan yg mahal. Kedzaliman yg telanjang dipertontonkan terus menerus," tulis Dahnil.

Ma'ruf Amin Kirim Tim Khusus ke Aceh

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengirim tim khusus ke Aceh untuk mengklarifikasi sejumlah kampanye hitam yang merugikannya dan Calon Presiden Petahana Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Rabu (6/3/2019).

"Pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Aceh memerlukan kerja sama tidak hanya dengan seluruh parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan. Dukungan para ulama, tokoh masyarakat, dan kerja sama yang baik dengan seluruh partai lokal Aceh menjadi prioritas," papar Hasto.

"Karena itulah kami datang membawa pesan khusus Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, bersama dengan KH Lukmanul Hakim, Wakil Ketua MUI, Habib Sholeh, Habib Ali Assegaf, hingga Dr. Zuhairi Misrawi, alumni Universitas Al Azhar, Mesir," lanjut Hasto.

Hal senada disampaikan Lukmanul Hakim selaku anggota tim pemenangan Ma'ruf.

Ia mengaku diberi tugas oleh Ma'ruf untuk mengklarifikasi sejumlah fitnah yang menyasar pasangan Jokowi-Ma'ruf di Aceh.

Lukman menambahkan fitnah dan kampanye hitam yang ditujukan kepada Jokowi-Ma'ruf sudah sangat masif sehingga diperlukan tim khusus yang terdiri dari sejumlah tokoh agama untuk mengklarifikasinya.

"Ini yang harus kita luruskan karena belakangan ini banyak sekali hoaks yang menyebar dan bahkan fitnah-fitnah yang sudah sangat ekstrem sampai mengatakan bahwa pemilihan ini dimenangkan oleh calon nomor 01 maka agama Islam akan lenyap begitu kan," papar Lukman.

"Kemudian bahwa LGBT juga akan disahkan, atau semua yang bertentangan dengan agama itu akan menjadi sesuatu yang legal katanya. Itu harus kami luruskan," lanjut dia.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved