Dinkes Periksa Penganan Berbuka Puasa

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe, dalam tiga hari terakhir memeriksa berbagai penganan berbuka puasa

Dinkes Periksa Penganan Berbuka Puasa
ANTARA FOTO/Rahmad/wsj
Sejumlah warga membeli menu makanan untuk berbuka puasa atau takjil di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (11/5/2019). Pedagang takjil musiman kembali ramai memadati sejumlah ruas jalan menjual aneka kudapan, makanan dan minuman khas untuk berbuka puasa. ANTARA FOTO/Rahmad/wsj. 

LHOKSEUMAWE – Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe, dalam tiga hari terakhir memeriksa berbagai penganan berbuka puasa yang dijual pedagang di sejumlah lokasi. Sejauh ini belum ditemukan adanya kandungan zat berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar kepada Serambi kemarin menyebutkan, pemeriksaan penganan berbuka puasa sesuai dengan instruksi wali kota dalam upaya menjaga agar makanan maupun minuman yang dijual pedagang dalam kondisi sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Kecuali itu, pemeriksaan ini juga agenda rutin dari Dinkes.

Menurutnya, pemeriksaan sudah berlangsung sejak Kamis (9/5) hingga Sabtu sore. Lokasi pemeriksaan di kawasan Batuphat, Pajak Inpres, dan jalan Sukaramai. “Hasil pemeriksaan terhadap minuman maupun makanan sejauh ini belum ditemukan zat berbahaya baik itu boraks, zat pewarna, dan lainnya,” katanya.

Ditambahkan, pada kesempatan yang sama petugas juga memeriksa mi yang dijual oleh empat pedagang dan kerupuk tempe di pajak Batuphat. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan sekitar tiga bulan lalu, ditempat pedagang mi dan pedagang kerupuk tempe tersebut ditemukan kandungan boraks.

“Tapi, hasil pemeriksaan lanjutan ternyata mi dan kerupuk tempe sudah tidak mengandung boraks lagi. Ini membuktikan kalau proses pembinaan yang kita lakukan terhadap pedagang tersebut berjalan dengan baik,” katanya.

Ditambahkan, selama Ramadhan ini pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap penganan berbuka puasa. Dengan harapan pengananan yang dijual di Lhokseumawe tidak ada yang mengandung makanan berbahaya.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved