Pleno Tingkat Provinsi Tuntas

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh berhasil menuntaskan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 di 23 kabupaten/kota lewat rapat pleno terbuka

Pleno Tingkat  Provinsi Tuntas
IST
Munawarsyah 

* Penetapan Perolehan Kursi di KPU RI

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh berhasil menuntaskan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 di 23 kabupaten/kota lewat rapat pleno terbuka penetapan hasil penghitungan perolehan suara pemilu tahun 2019 tingkat Provinsi Aceh di Gedung DPRA, Minggu (12/5). Dua kabupaten terakhir yang membaca rakapitulasi kemarin adalah KIP Aceh Timur dan KIP Aceh Besar.

Untuk diketahui, rapat pleno KIP Aceh sudah berlangsung lebih kurang enam hari sejak 7-12 Mei. Kemarin, rapat pleno terbuka yang dipusatkan di ruang utama Gedung DPRA ini akhirnya berhasil menetapkan rekapitulasi perolehan suara 23 kabupaten/kota, masing-masing untuk pemilihan presiden/wakil presiden, pemilihan calon anggota DPRK, DPRA, DPR RI, dan calon anggota DPD RI asal Aceh.

Rapat pleno dipimpin oleh Ketua KIP Aceh, Dr Samsul Bahri, dikoordinir oleh komisioner Munawarsyah dan didampingi oleh semua komisioner lainnya, Tarmizi (wakil) dan komisioner Agusni AH, Ranisah, Akmal Abzal, dan Muhammad. Rapat dimulai sejak pagi dan baru berakhir hingga pukul 24.00 WIB tadi malam.

KIP Aceh Timur dan KIP Aceh Besar yang mendapat giliran rekapitulasi hari terakhir kemarin memunculkan banyak protes dan interupsi berkaitan dengan proses, tahapan penghitungan, dan rekapitulasi perolehan suara, karena terdapat perbedaan antara rekap di PPK tingkat kecamatan dengan KIP Aceh Besar dan Aceh Timur di tingkat kabupaten.

“Kendati adanya hujan interupsi dan protes saat sidang berlangsung, tapi forum rapat pleno tetap berjalan dengan baik. Banyak complain terkait berbeda jumlah perolehan suara antara di kecamatan dengan kabupaten yang angkanya menjadi berubah,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KIP Aceh, Agsuni AH, seusai rapat pleno kemarin.

Menurut Agusni, sedikitnya ada empat partai lokal (parlok) yang saksinya keberatan terhadap hasil dan mengisi form DB4 di KIP Aceh Besar, yakni PNA, SIRA, PDA, dan PA. Para saksi keberatan terhadap perolehan suara sehingga pihak parpol meminta agar dilakukan rekapitulasi atau penghitungan ulang di sejumlah TPS.

Seperti diketahui, rapat pleno KIP Aceh Besar memang memunculkan protes luar biasa dari para saksi sejumlah partai lokal. Bahkan, karena kecewa terhadap KIP Aceh Besar, massa pendukung sempat ricuh dalam setiap kali digelar rapat pleno. Massa meluapkan kemarahannya dengan merobohkan dan membakar tenda, kursi, dan sehari kemudian memecahkan kaca Gedung DPRK Aceh Besar.

Protes massa pendukung parpol mencuat karena mereka kecewa terhadap KIP Aceh Besar lantaran tidak merespons permintaan sejumlah partai politik—sebagaimana rekomendasi Panwaslih Aceh Besar—yang meminta dilakukan penghitungan ulang suara pada 220 TPS di 15 kecamatan.

Demikian pula halnya yang terjadi di KIP Aceh Timur, rapat pleno terbuka di tingkat kabupaten tersebut mengalami kendala dalam proses rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di tingkat Provinsi Aceh.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved