Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Sempat Kabur dari Rumah, Polisi Buru Perempuan Perekam Video

Hermawan Susanto melontarkan ancaman tersebut saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI beberapa waktu lalu.

Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Sempat Kabur dari Rumah, Polisi Buru Perempuan Perekam Video
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Polisi menampilkan foto tersangka yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo berinisial HS (25) di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019). 

"Terhadap tersanhka kami jerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP tentang makar dalam hal ini mengancam hendak membunuh presiden atau wakil presiden serta Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI nomot 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE," kata Ade.

Dimana ancaman hukuman maksimalnya adalah pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara 15 tahun.

"Saat ini penyidik masih memeriksa tersangka untuk mengungkap motif, tujuan dan latar belakang, ia melakukan hal itu," kata Ade.

Menurut Ade, tersangka sendiri sudah mengakui bahwa benar dirinyalah yang ada di video itu dan mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Dari tangan pelaku katanya dimankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat mengucapkan pengancaman seperti dalam video, yakni mulai dari baju dan jaket, penutup kepala dan tas.


Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan barbuk dari kasus makar dengan tersangka HS yang dibekuk di Parung bogor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan barbuk dari kasus makar dengan tersangka HS yang dibekuk di Parung bogor. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan bahwa HS (25) pemuda yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat demonstrasi di depan gedung Bawaslu beberapa waktu lalu, dan dibekuk Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019) pagi telah resmi ditetapkan tersangka.

HS sebelumnya tak berkutik saat ditangkap polisi, di rumahnya di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (12/5/2019) pagi sekira pukul 08.00.

Dari video yang didapat Warta Kota dari Polda Metro Jaya, HS tak melakukan perlawanan dan pasrah saat diamankan petugas.

Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, kata Argo, HS resmi ditetapkan tersangka. "Yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka," kata Argo kepada Warta Kota, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya dalam pemeriksaan penyidik memastikan adanya unsur pidana yang telah dilakukan pelaku sebelum akhirnya ditetapkan tersangka.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved