Sidang Penyebaran Video Ma'aruf Berpakaian Siterklas, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan

Kuasa hukum Safwan selaku terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal ...

Sidang Penyebaran Video Ma'aruf Berpakaian Siterklas, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Kuasa hukum Safwan selaku terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, meminta majelis hakim bisa membebaskan terdakwa dari tuntutan JPU. 

Sidang Penyebaran Video Ma'aruf Berpakaian Siterklas, Kuasa Hukum Uraikan Alasan Kenapa Minta Terdakwa Dibebaskan 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kuasa hukum Safwan selaku terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, meminta majelis hakim bisa membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Baca: Sekda Abdya Lantik Tujuh Pejabat RSUTP, Ini Pejabat yang Dilantik

Baca: Balai Pustaka Kembali Selenggarakan Sanggar Sastra, Kerjasama dengan Komunitas Musikalisasi Puisi

Baca: Nyaris Dua Bulan Hilang, Tiga Nelayan Ulee Lheue belum Ditemukan

Hal ini diutarakan Armia cs selaku kuasa hukum terdakwa dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe dengan agenda pembacaan pledoi terhadap tuntutan JPU, Senin (13/5/2019).

Dimana dalam pledoinya disebutkan kalau tuntutan dari JPU dengan berpedoman pada pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) tidak terbukti secara sah dan tidak meyakinkan secara hukum. 

Hal ini didasari fakta-fakta persidangan yang ditemukan pihaknya  selama proses persidangannya berlangsung. Misalnya, ahli bahasa mengatakan bahwa ini bukan kebencian sara.

Ini hanya terhadap pribadi Ma’ruf Amin. Lalu, saksi ahli agama yang dihadirkan pihaknya pada persidangan sebelumnya, menyebutkan kalau apa yang dilakukan terdakwa  dalam rangka ceramah tentang larangan ucapkan selamat natal bagi umat muslim.

Sehingga didasari fakta-fakta itu, maka pihaknya berkesimpulan kalau perbuatan terdakwa jelas bukan menimbulkan kebencian sara. Serta jumlah pembelaaan lainnya. 

Didasari hal tersebut, maka kuasa hukum meminta agar majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Azhari, bersama hakim anggota Sulaiman dan Kasim akhirnya kembali ditunda, dan dilanjutkan pada Selasa (21/5/2019 dengan agenda putusan

Diberitakan sebelumnya, Sebagaimana diketahui,  dalam dakwaan JPU pada persidangan pertama, dijelaskan, terdakwa pada 24 Desember 2018, mengdownload video dari sebuah akun facebook tentang sosok Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal, serta menggunakan baju/atribut pelaksanaan natal menyerupai Sinterklas.

Selanjutnya, video berdurasi 13 detik tersebut diedit dan digabungkan dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan mengucapkan selamat natal oleh orang muslim.

Lalu, video yang sudah digabungkan tersebut diupload oleh terdakwa ke akun youtube atas nama DS Youtube, dengan judul, “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Imam Demi Jabatan”.

Selanjutnya, pada 26 Desember 2019, terdakwa pun ditangkap tim Polres Lhokseumawe, untuk proses hukum lanjutan. Sedangkan dalam proses sidang yang berlangsung di PN Lhokseumawe, JPU pun menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved