Hakim Diminta Bebaskan Terdakwa

Kuasa hukum Safwan, terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01

Hakim Diminta Bebaskan Terdakwa
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
PENGADILAN Negeri Lhokseumawe kembali menggelar sidang perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01, Ma’ruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, Senin (13/5).

* Penyebaran Video Ma’aruf Berpakaian Sinterklas

LHOKSEUMAWE - Kuasa hukum Safwan, terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa kurungan penjara selam 10 bulan.

Hal ini diutarakan kuasa hukum terdakwa, Armia cs dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe dengan agenda pembacaan pledoi terhadap tuntutan JPU, Senin (13/5).

Sidang yang dipimpin hakim ketua Azhari, bersama hakim anggota Sulaiman dan Kasim dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah sidang dibuka, majelis hakim langsung meminta kuasa hukum terdakwa membacakan pledoi terhadap tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya. Pembelaan dibacakan secara bergantian oleh tiga kuasa hukum terdakwa yang hadir.

Dalam pledoinya disebutkan tuntutan JPU dengan berpedoman pada pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) tidak terbukti secara sah dan tidak meyakinkan secara hukum.

Hal ini didasari fakta-fakta persidangan yang ditemukan pihaknya selama proses persidangannya berlangsung. Misalnya, ahli bahasa mengatakan bahwa ini bukan kebencian SARA. Ini hanya terhadap pribadi Ma’ruf Amin. Lalu, saksi ahli agama yang dihadirkan pihaknya pada persidangan sebelumnya, menyebutkan kalau apa yang dilakukan terdakwa dalam rangka ceramah tentang larangan ucapkan selamat natal bagi umat muslim.

Sehingga, didasari fakta-fakta itu, pihaknya berkesimpulan kalau perbuatan terdakwa jelas bukan menimbulkan kebencian SARA. Didasari hal tersebut, maka kuasa hukum meminta agar majelis hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU.

Usai kuasa hukum membacakan pledoi, hakim meminta tanggapan dari JPU terhadap pembelaan tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakhrillah menyatakan tetap pada tuntutan sebelumnya. Begitu juga kuasa hukum yang ditanya kembali oleh majelis hakim, tetap pada pledoinya. Hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan pada Selasa (21/5) dengan agenda putusan.

Diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan JPU pada persidangan pertama, terdakwa pada 24 Desember 2018 mengdownload video dari sebuah akun facebook tentang sosok Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal, serta menggunakan baju/atribut pelaksanaan natal menyerupai sinterklas. Selanjutnya, video berdurasi 13 detik tersebut diedit dan digabungkan dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan mengucapkan selamat natal oleh orang muslim.

Lalu, video yang sudah digabungkan tersebut diupload oleh terdakwa ke akun youtube atas nama DS Youtube, dengan judul, “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Imam Demi Jabatan”. Pada 26 Desember 2018, terdakwa ditangkap tim Polres Lhokseumawe.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakhrillah menyebutkan, pihaknya tetap pada tuntutan sebelumnya yakni berdasarkan dakwaan alternatif kedua yakni berdasarkan pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Hal ini berdasarkan bukti yang terungkap selama persidangan, sudah memenuhi untuk menuntut terdakwa dengan dakwaan alternatif kedua. Sehingga tidak lagi membuktikan dengan alternatif dakwaan pertama dan ketiga.

Menurutnya, pernyataan kuasa hukum kalau tuntutan pihaknya tidak tepat, sungguh sangat keliru. Karena, pernyataan saksi yang digunakan oleh kuasa hukum tidaklah utuh, hanya sepenggal-sepenggal. “Intinya kita tetap pada tuntutan sebelumnya,” demikian Fakhrillah.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved