Penyidik Perikanan Serahkan Awak Kapal WN Thailand ke Imigrasi Aceh

"Saat ditangkap, kapal berbendera Malaysia itu sedang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dan diawaki oleh sejumlah 9 WN Thailand,”

Penyidik Perikanan Serahkan Awak Kapal WN Thailand ke Imigrasi Aceh
SERAMBI/BUDI FATRIA
KEPALA Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Aceh (PSDKP), Basri berbincang dengan anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Thailand usai serah terima dari nahkoda Kapal Patroli Hiu 12 di kantor PSDKP Lampulo, Banda Aceh, Rabu (6/2). 

Penyidik Perikanan Serahkan Awak Kapal WN Thailand ke Imigrasi Aceh

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Aceh, menyerahkan tujuh awak kapal perikanan Malaysia berkewarganegaraan Thailand kepada Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh pada Senin (13/5/2019).

"Tujuh warga Negara Thailand yang diserahkan kepada Imigrasi Aceh merupakan ABK dari 2 kapal Malaysia yang ditangkap KP Hiu 15 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu 2 Februari 2019", kata Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo Basri, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (13/5/2019).

Baca: Catat! Ini Jadwal Penukaran Uang Rupiah di Banda Aceh dan Aceh Besar

Selanjutnya, kata Basri, tujuh WN Thailand yang terdiri atas empat Anak Buah Kapal (ABK) KM KHF 1980 dan tiga ABK KM KHF 2598 akan dideportasi ke negara asal oleh Kantor Imigrasi.

Sebelumnya, lanjut Basri, dua kapal Malaysia tersebut ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 012 di bawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo pada Sabtu (2/2/2019).

Kedua kapal itu ditangkap saat sedang mencuri ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl (pukat tarik), di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka.

"Saat ditangkap, kapal berbendera Malaysia itu sedang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dan diawaki oleh sejumlah 9 WN Thailand,” kata Basri.

Baca: Harga Tiket Pesawat Mahal, Bandara Kualanamu Rugi Rp 2 Miliar per Bulan, di Pekanbaru Rp 3 Miliar

Selanjutnya PPNS Perikanan Pangkalan PSDKP Lampulo menetapkan dua orang masing-masing nakhoda kapal sebagai tersangka dan menjalani proses persidangan.

Sementara awak kapal lainnya akan dipulangkan ke negara asalnya bekerjasama dengan Kantor Imigrasi setempat.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved