Pupuk Kandang Tingkatkan Produksi Padi

Produksi padi pada petak sawah milik Tgk Anwar, warga Desa Keurisek, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara

Pupuk Kandang Tingkatkan Produksi Padi
IST
WARGA Desa Keurisek, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara memanen padi yang menggunakan pupuk kandang dan nutrisi ground-E. 

LHOKSUKON – Produksi padi pada petak sawah milik Tgk Anwar, warga Desa Keurisek, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara yang menggunakan pupuk kandang dan nutrisi ground-E ternyata mampu meningkatkan hasil lebih baik. Selain itu, biaya yang dikeluarkan lebih hemat serta lebih mudah proses pemupukan.

Tgk Anwar kepada Serambi menyebutkan, kali ini dia menggunakan pupuk kandang pada satu petak sawah dan nutrisi ground-E, karena kesulitan mendapatkan pupuk pabrikan seperti urea. Lalu, ia membeli pupuk kandang tiga karung dari warga dengan harga perkarung ukuran 50 kilogram itu Rp 15.000. Pemupukan dilakukan saat penanaman dua karung yang dicampur setengah kilogram nutrisi ground-E.

Satu karung lagi, kata Anwar, digunakan saat berumur padi 20 hari, juga dicampur dengan nutrisi ground-E setengah kilogram lagi. “Ternyata ketika dipanen hasilnya, mampu mencapai 1,6 ton dari ukuran petak sawah 1.600 meter persegi atau empat rante,” ujar Tgk Anwar.

Ia menyebutkan, dengan menggunakan dua pupuk tersebut sangat menghemat biaya pemupukan. Sebab, untuk pupuk kandang hanya butuh biaya Rp 40.500. Sedangkan untuk nutrisi ground E sekitar Rp 120 ribu/kilogram. “Ini bukan hanya menjadi solusi ketika terjadi langka pupuk, tapi bisa menjadi solusi permanen, karena biaya lebih hemat serta dapat memperbaiki struktur tanah, karena yang digunakan pupuk alami.” ujar Tgk Anwar.

Sementara Ketua LSM Flora dan Fauna Aceh, Darwis menyebutkan dengan menggunakan nutrisi ground-E pada cabai bisa memperpanjang masa produksi dan tentu peningkatan hasil. “Cabai yang saya gunakan Ground-E tersebut, sudah berumur setahun, biasanya umur cabai dari mulai tanam sampai pascapanen hanya 6 bulan,” ujar Darwis.

Bahkan, kata Darwis, sampai sekarang cabai tersebut sudah mulai tumbuh daun baru. Padahal, biasanya pasca panen cabai langsung mati. “Dari 1.750 batang cabai yang saya ditanam sudah mampu menghasilkan 4.536 kilo atau perbatang cabai produksinya mencapai 2,5 kilogram lebih,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved