Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 73,680 Ton Bawang Ilegal Asal Thailand dan Malaysia

Meskipun pemusnahan secara simbolis dilakukan di lapangan gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe dengan cara dibakar.

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 73,680 Ton Bawang Ilegal Asal Thailand dan Malaysia
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Pemusnahan bawang ilegal di lhokseumawe acara simbolis, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, Rabu (15/5/2019) memusnahkan 73, 680 ton bawang merah ilegal yang berasal dari Thailand dan Malaysia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Meskipun pemusnahan secara simbolis dilakukan di lapangan gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe dengan cara dibakar.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, Suparyanto, menyebutkan, bawang merah yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil penangkapan pada 16 April 2019 subuh lalu di peraiaran Jambo Aye, Aceh Utara.

Baca: Ramai-ramai Disasar Pasal Makar Terkait Seruan People Power, Ancaman Kebebasan atau Penegakan Hukum?

Baca: Polisi Bener Meriah Tangkap Satu Tahanan yang Melarikan Diri

Baca: Kasus Mutilasi Wanita di Malang, Ada Pesan-pesan Aneh Hingga Tato Misterius di Tubuh Korban

Saat itu pihaknya mengamankan dua kapal motor (KM) yang membawa bawang merah impor tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Kedua KM tersebut, KM Sinar Rahmat Laot yang mengangkut 1.748 karung bawang merah atau 34,960 ton.

Bawang tersebut berasal dari Saton Thailand. Pihaknya juga ikut mengamankan tekong KM berinisial MY, warga Aceh Utara.

Satu lagi adalah KM Samudera Al-Mubarakah yang mengangkut 3.872 karung atau 38, 720 ton bawang merah yang berasal dari Penang Malaysia.

Pihaknya juga mengamankan tekong KM berinisal Hs, juga warga Aceh Utara.

"Untuk kedua tekong, sementara ini masih kita titipkan di LP Lhokseumawe sampil pihak kami merampungkan penyidikan," ujarnya.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved