Breaking News:

Cara Madinah Manjakan Jamaah Umrah

INGIN keliling Madinah, Arab Saudi, tapi biro perjalanan umrah Anda hanya melayani terbatas di sekitar Masjid Nabawi?

Editor: bakri
Cara Madinah Manjakan Jamaah Umrah
IST
Mursal Ismail, Wartawan Serambi Indonesia dari Madinah

Selain pemakaman, di lokasi tersebut kini juga ada Masjid Uhud, serta pasar yang juga banyak jual oleh-oleh dari Arab Saudi.

Selanjutnya, kami menunggu Bus Jawlah lainnya di halte dekat Gunung Uhud. Meski ganti bus, Anda jangan khawatir kembali dikenakan ongkos, melainkan tetap berlaku ongkos yang sudah bayar tadi. Syaratnya hanya menunjukkan tiket di awal tadi.

Dalam perjalanan, kita kembali bisa memasang head set untuk mendengar setiap tempat yang dilalui, semisal kawasan parit yang dibuat Rasulullah dan para pengikutnya dalam menghalau kaum kafir yang ingin menyerang mereka.

Tanpa terasa, kami sudah tiba di Masjid Alqiblatain (masjid dua kiblat). Sangat banyak wisatawan datang ke sini, termasuk kami. Bagaimana tidak, di masjid ini, dulu Rasulullah yang sedang mengimami suatu shalat lima waktu, tiba-tiba di rakaat kedua berbalik kiblat.

Ya, ternyata di rakaat pertama dan kedua, Rasulullah Muhammad dan pengikutnya shalat mengikuti kiblat ke arah Baitul Maqdis, Palestina. Kemudian, Allah Swt langsung menurunkan wahyu memerintahkan Muhammad dan pengikut berbalik kiblat ke arah Kakbah, Mekkah.

“Saat berbalik arah itu, sehingga Nabi Muhammad yang mengimami shalat, posisinya jadi paling belakang. Kemudian jamaah memberi ruang, sehingga Nabi Muhammad melangkah ke depan dan mengimami shalat ke arah kiblat Kakbah,” jelas seorang penjaga di masjid itu.

Jamaah umrah asal Tangse, Pidie, Tgk Rusli, mengatakan dulu banyak yang tidak mengetahui hikmah sejarah ini. Tetapi kini baru sadar bahwa jika sekiranya Allah tidak menurunkan wahyu untuk berbalik kiblat, maka bisa saja kini sebagian kiblat umat muslim ke Masjid Al-Aqsa di Palestina yang hingga kini masih diperebutkan, bahkan mungkin dikuasai Yahudi.

Karena sejarah ini pula, maka Masjid Alqiblatain hingga kini memiliki tanda dua kiblat, meski yang digunakan tetap kiblat ke Kakbah.

Selesai dari masjid ini, kami naik Bus Jawlah lainnya menuju Masjid Quba. Di dalam bus, tanpa terasa, air mata saya keluar mendengar kisah melalui head set itu.

Di lokasi ini, penduduk Madinah dulunya keluar rumah menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw dan pengikutnya yang hijrah dari Mekkah (Kaum Muhajirin). Mereka dengan suara merdu mengucapkan “Thalaal badru alaina...” Intinya mereka sangat senang menyambut kedatangan Rasulullah dan rombongan, sehingga Nabi Muhammad pun membangun masjid pertama di lokasi ini pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi yang diberi nama Masjid Quba.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved