Massa Lancarkan Aksi Protes PLTU di Nagan Raya, Ini Masalahnya

Aparat kepolisian terlihat ikut berjaga-jaga di lokasi itu guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Massa Lancarkan Aksi Protes PLTU di Nagan Raya, Ini Masalahnya
Serambinews.com
Jalan ke lokasi pembangunan PLTU 3-4 di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya diblokir warga dengan memancang kayu dan pemasangan kawat berduri, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Sejumlah massa melancarkan aksi protes ke PLTU Nagan Raya dengan cara memblokade jalan ke lokasi pembangunan PLTU 3-4 di Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (14/5/2019). 

Selain memblokade jalan masuk ke lokasi pembangunan PLTU 3-4, juga dilakukan penutupan pembuangan saluran limbah PLTU yang mengarah ke perkampungan warga, dengan menggunakan pasir yang diisi dalam karung, untuk membendung limbah PLTU yang mengalir ke saluran air warga.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes akibat belum dilakukan proses ganti rugi tanah warga di daerah itu, serta tak ada koordinasi dan sosialisasi kepada warga dalam pembangunan PLTU 3-4.

Sementara jalan ke lokasi pembangunan PLTU 3-4 itu dipagar menggunakan pagar berduri.

Sehingga akses ke lokasi jadi terganggu dan menyebabkan puluhan truk pengangkut material berjejeran di jalan nasional karena tidak bisa masuk.

Aparat kepolisian terlihat ikut berjaga-jaga di lokasi itu guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Para warga yang melakukan aksi tersebut memprotes pihak perusahaan yang selama ini tidak memperhatikan kondisi masyarakat yang menjadi korban pencemaran debu batu bara.

T Fakruddin, salah satu warga Dusun Geulanggang Meurak, Desa Suak Puntong kepada Serambinews.com, Selasa (14/5/2019) mengatakan, pemblokiran yang dilakukan warga di jalan arah pembangunan PLTU 3-4 sebagai bentuk protes, karena masih ada tanah warga yang belum dilakukan ganti rugi oleh pihak perusahaan.

Sementara penutupan saluran pembuangan limbah PLTU, karena dinilai sangat membahayakan warga setempat.

Disamping itu juga telah menyebabkan ikan-ikan mati di saluran air warga akibat pembuang limbah PLTU yang diduga beracun.(*)

Baca: Politikus PDIP Laporkan Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir ke Polisi Terkait Dugaan Makar

Baca: Delapan Kader PA Tak Lolos Ke Senayan, Ini Kata Mualem

Baca: Aparatur Gampong Lhok Rameuan Mundur Massal, Diduga Ini Penyebabnya

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved