Pembobol Toko Ditangkap

Tim gabungan dari Polres Aceh Barat dan Polsek Johan Pahlawan berhasil menangkap Basyiruddin

Pembobol Toko Ditangkap
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Uang Rp 100 Juta dan Hp 48 Unit Raib

MEULABOH - Tim gabungan dari Polres Aceh Barat dan Polsek Johan Pahlawan berhasil menangkap Basyiruddin alias Ayah B (50), warga Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dalam kasus pembobolan toko handphone (Hp) di Jalan T Umar Meulaboh, Aceh Barat. Pelaku yang merupakan komplotan pencuri Hp itu dibekuk pada 10 Mei 2019 lalu di Lhokseumawe.

Pengungkapan kasus itu dipaparkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral dan Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra, dalam konferensi pers di Mapolres, Selasa (14/5) siang. Turut juga dihadirkan tersangka dan sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan.

Menurut Kapolres, dalam kasus ini pelaku sebanyak 3 orang. Sejauh ini sudah berhasil ditangkap satu orang. Kasus itu semula dilaporkan oleh pemilik sebuah counter Hp yakni Toko Transfuter di Jalan T Umar yang dibobol oleh komplotan maling. Sebanyak 48 unit Hp dibawa kabur dengan sejumlah merek dan uang Rp 100 juta pada 15 Maret 2019.

Dalam aksinya, pelaku membobol dinding beton toko yakni dengan menyiram air baterai. Selain menggunakan air baterai, juga menggunakan obeng dan dongkrak. Setelah berhasil masuk ke counter Hp, langsung saja dibawa kabur 48 unit Hp dengan berbagai merek dan uang Rp 100 juta. Pelaku kemudian melarikan diri dengan sebuah mobil ke arah Lhokseumawe. Dikatakan, untuk mengungkap kasus ini, pihaknya menurunkan tim gabungan Polres dan Polsek Johan Pahlawan serta berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe. Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa pelaku adalah warga Kota Lhokseumawe.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita BB sebanyak 9 unit Hp dan dua unit sepeda motor, serta sejumlah bahan lain yang merupakan hasil pencurian. “Kami meminta kepada pelaku lain yang kini DPO segera menyerahkan diri. Sebab, tetap akan diburu untuk ditangkap,” katanya.

Dikatakan, dua DPO adalah Samsul alias Ucil warga Panton Labu, Aceh Utara, dan Saiful Bahri, warga Tanjong Kleng, Kecamatan Geudong, Aceh Utara. Saat ini tersangka sudah ditahan. Kapolres menjelaskan, tersangka yang sudah berhasil ditangkap dijerat dengan pasal 363 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara. “Kami kembali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sehingga terhindar dari kasus-kasus seperti ini,” ujarnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved