Inilah Kalimat yang Haram Diucapkan di Uni Emirat Arab Ketika Ramadhan

"Satu kasus, seorang pria yang bukan berasal dari UEA dituntut karena dianggap telah mengancam seorang teller bank

Inilah Kalimat yang Haram Diucapkan di Uni Emirat Arab Ketika Ramadhan
www.elitetowerdubai.com
Harga jual properti di Dubai, Uni Emirat Arab, diprediksi anjlok 10 persen tahun ini. 

SERAMBINEWS.COM - Ketika puasa memang dianjurkan untuk menahan diri dari berkata-kata yang tidak baik.

Karena hal itu, bahkan tidur dianggap ibadah daripada berbicara tidak penting ketika di bulan suci Ramadhan.

Bahkan di Uni Emirat Arab (UEA) yang dikenal sebagai salah satu negara di jazirah Arab yang memberlakukan hukum yang tegas dan keras.

Sebagai salah satu negara Teluk dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, akan jamak ditemui warga UEA yang berpuasa selama bulan Ramadhan.

Baca: VIDEO - Seratusan Pedagang Ikan Aceh Selatan Demo di Subulussalam, Polisi Bersenjata Kawal Massa

Seorang pengacara Emirat memperingatkan warga setempat hingga turis untuk lebih berhati-hati dalam berucap selama Ramadhan di negara ini.

Hal itu lantaran ada satu kalimat ungkapan yang barang kali akan dianggap biasa di negara lain, tetapi di UEA bisa berakibat pada hukuman penjara hingga tujuh tahun.

Baca: Parlok jangan Buat Jarak dengan PDIP

Dilansir The New Arab, yang mengutip dari surat kabar lokal Emarat al-Youm, mengucapkan kalimat "Jangan membuat saya batal puasa karena Anda" bisa berujung pada tuntutan karena dapat dianggap sebagai bentuk ancaman kriminal.

"Bagi sebagian orang, perubahan rutinitas sehari-hari saat berpuasa dapat membuat mereka lebih keras saat berhadapan dengan orang lain," kata Youssef al-Sharif, seorang pengacara Emirat.

Baca: VIDEO - Polisi Hadirkan Pelaku Perusakan Mikrofon Masjid di Aceh Barat, Begini Kelanjutannya

"Sebagian orang akan berdebat dengan menggunakan bahasa yang lebih provokatif."

"Banyak yang kemudian mengatakan 'Jangan membuat saya batal puasa karena Anda' tanpa mengetahui konsekuensi hukum yang mungkin," katanya.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved