Kisah Badiun, Pria yang Mayatnya Ditemukan Tergeletak di Samping Gubuk di Keudah, Banda Aceh

Ternyata ada kisah sedih di balik kehidupan pria bernama Badiun bin Ismail (40) yang jasadnya ditemukan tergeletak di samping gubuk itu.

Kisah Badiun, Pria yang Mayatnya Ditemukan Tergeletak di Samping Gubuk di Keudah, Banda Aceh
Istimewa
Ternyata ada kisah sedih di balik kehidupan pria bernama Badiun bin Ismail (40), di samping gubuk di Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (17/4/2019) malam lalu. 

"Adik Badiun bilang ‘tolong cari abang saya, saya dengar beliau sakit. Tolong dicek ke rumah sakit’. Makanya saya datang ke rumah sakit dan kemudian mendapat informasi jenazah Badiun ada di kamar mayat. Itu keesokan harinya, setelah mayat Badiun satu malam berada di sana,” ujar Rohid.

Menurut Rohid, berdasarkan informasi dari pihak medis di RSUDZA, Badiun meninggal dunia karena kehabisan cairan.

Informasi lainnya dari teman tempat Badiun pernah bekerja, selama ini Badiun memang dalam kondisi sakit, terutama batuk kronis.

Rohid sempat gelagapan saat ingin membawa pulang jenazah Badiun.

Karena tidak pernah dirawat di RS, maka mayat harus dibawa pulang dengan ambulans sewaan.

Ia pun bertanya ke pihak RS, ternyata biaya ambulans adalah sebesar Rp 8.000 per km.

Total, Rohid perlu uang Rp 2.245.000 untuk biaya ambulans membawa pulang jenazah Badiun ke Gampong Meunjee Peut, Kecamatan Murah Mulia, yang berjarak sekitar 280 kilometer dari Banda Aceh.

Sedangkan korban tidak punya siapa pun di Banda Aceh.

Sementara keluarganya di Aceh Utara tidak punya apa pun yang bisa menebus biaya ambulans.

Baca: Jual Sabu, Pemuda Ini Ditangkap Polisi saat Tunggu Pembeli di Kebun Kosong

Di tengah situasi yang galau itu, Rohid teringat dengan anggota DPRK Banda Aceh, Mukminan SE yang menyediakan ambulans gratis.

“Awalnya saya ragu, karena rutenya sangat jauh dari Banda Aceh, tapi Alhamdulillah ternyata Ustaz Mukminan menanggung semuanya, termasuk BBM dan makan minum sopi," ungkap Rohid.

Begitu mayat itu sampai di Aceh Utara, langsung dibawa ke kuburan umum di Gampong Ranto Kecamatan Murah Mulia.

“Malam itu juga dikebumikan,” pungkas Rohid menutup cerita duka tentang nasib orang-orang miskin di negeri kaya ini.(*)

Baca: VIDEO - Kisah Sedih di Nagan Raya, Bayi Bocor Jantung Ditinggal Pergi Sang Bunda

Baca: Kisah Sedih Relawan Pidie Mengajar, Sibuk Bantu Duafa Rumah Sendiri Bocor

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved