Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Galantas, Game Unik Sebagai Media Pembelajaran Berlalu Lintas

Galantas itu merupakan karya pemuda kreatif yaitu Ikhlasul Amal, Ihza Azizul Hakim, Namira Risza Pasya, dan Rona Salsabila Hatta.

Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Galantas, Game Unik Sebagai Media Pembelajaran Berlalu Lintas
For Serambinews.com
Aplikasi Galantas 

Selain itu, pemain yang terkena ‘kartu keselamatan’ harus mengambil dan menjawab pertanyaan yang tersedia pada kartu. Apabila tidak bisa menjawab, pemain tersebut harus dimasukkan ke dalam penjara.

Begitu pula dengan pemain yang terkena razia juga harus mengambil kartu razia dan menjawab pertanyaan yang tersedia.

Ditambahkan, pemain yang masuk penjara diberi 2 pilihan, pertama, pemain dapat menunggu 3x putaran pemain lain untuk keluar. Kedua, pemain dapat mengambil kartu keselamatan setelah 1x putaran pemain lain lalu menjawab pertanyaan yang ada.

“Apabila terjawab benar, maka pemain itu bebas dan berpindah ke check point terdekat pemain terakhir kali masuk penjara. Apabila jawaban salah maka tetap dalam penjara,” jelas Ikhlasul.

Di samping itu, lampu lalu lintas di papan permainan dianggap sebagai lampu merah yang artinya harus berhenti. Dijelaskan, dadu yang dimainkan harus berhenti tepat di lampu tersebut.

“Apabila jumlah angka pada dadu melebihi kotak lampu lalu lintas, maka dianggap pemain tidak dapat berpindah dari kotak yang sekarang,” katanya lagi. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved