Meraih Keampunan Allah

Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung dan berlimpah keberkahan (syahrul adzim mubarak)

Meraih Keampunan Allah
IST
Dr. Marhamah, M.Kom.I., Dosen Komunikasi IAIN Lhokseumawe

Hal ini menunjukkan bahwa dengan berpuasa seseorang menahan diri dari belenggu ego duniawi yang tidak terkendali, mengendalikan diri agar tidak keluar dari garis orbit dan mengendalikan nafsu batiniah dan lahiriah. Karena fitrah yang tertutup oleh nafsu akan mengakibatkan seseorang menjadi buta hati, sehingga tidak mampu membaca kondisi batiniah dirinya dan lingkungannya.

Tidak lagi mengetahui mana yang benar dan yang salah, karena baginya kebenaran adalah apabila ia mengikuti egonya. Karena itu, puasa disebut juga sebagai jihad melawan musuh batiniah yaitu hawa nafsu.

Keampunan Allah
Kriteria orang-orang yang mendapatkan keampuan Allah Swt merujuk pada penjelasan Alquran: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 133-136).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kriteria orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Swt dan akan masuk syurga, adalah: pertama, orang yang mau menginfakkan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan dalam kondisi susah maupun mudah; kedua, orang yang mampu meredam kemarahannya, terutama ketika mendapatkan ujian kehidupan.

Ketiga, orang yang mau memaafkan orang lain bila berbuat salah, tanpa diminta terlebih dahulu, karena ia sadar manusia tak ada yang sempurna, pasti mempunyai kesalahan, serta pelupa, maka dirinya sadar betul untuk memaklumi dan memaafkan orang lain yang berbuat salah padanya; dan keempat, orang yang ketika berbuat salah, ia langsung beristighfar, meminta ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan dan bertobat.

Ramadhan sebagai bulan keampunan, memberikan berbagai peluang untuk meraih keampunan Allah Swt. Di dalamnya ada ibadah puasa sebagai perisai dan penghalang dari dosa dan kemaksiatan serta pelindung dari neraka. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengerjakan ibadah (qiyam) pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari ridha Allah semata, maka diampunilah dosanya yang telah lalu (HR.Bukhari dan Muslim).

Puasa adalah perisai yang sangat ampuh dalam melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih diri menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. Ketundukan dan ketaatan kepada Allah Swt menjadi target yang harus diraih dari puasa Ramadhan. Karena, ekspresi yang diungkapkan melalui puasa mewakili bentuk pengendalian diri dan usaha dalam mengatasi kesenangan-kesenangan jasa di demi kecintaan Allah Swt dan gairah untuk memperoleh keridhaan-Nya. Seseorang yang berpuasa akan bersungguh-sungguh melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidupnya dan menghindari hal-hal yang kurang bermanfaat atau melalaikan.

Hakikat puasa merupakan pendisiplinan diri secara total baik jasmaniah maupun rohaniah. Disiplin jasmaniah (physical dicipline) dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum. Sedangkan pengendalian rohaniah (spiritual dicipline) yang dilakukan dengan meninggalkan pemikiran yang negatif destruktif menjadi pemikiran yang positif konstruktif. Menggantikan kesenangan duniawi yang melalaikan menjadi semangat pengabdian kepada Allah Swt.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved