Meraih Keampunan Allah

Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung dan berlimpah keberkahan (syahrul adzim mubarak)

Meraih Keampunan Allah
IST
Dr. Marhamah, M.Kom.I., Dosen Komunikasi IAIN Lhokseumawe

Dengan puasa dilatih untuk mengendalikan tuntutan jasmaniah dengan memenangkan tuntutan rohaniah. Dengan disiplin rohaniah yang tinggi, setiap muslim akan dapat mengejar cita-cita rohaniah untuk mencapai keridhaan Allah Swt. Begitu juga dengan disiplin moral yang dilakukan melalui puasa Ramadhan adalah melatih untuk memelihara diri dari akhlak yang buruk.

Disiplin moral ini dilakukan dengan menjauhi kehendak pemikiran dan perbuatan yang tercela, sehingga terbentuk kepribadian yang memiliki akhlak yang mulia (akhlaqul karimah) dan akhlak terpuji (akhlaqul mahmudah).

Pribadi yang dapat menahan diri itulah yang mencerminkan karakter manusia taqwa, yang menempatkan posisinya sebagai individu yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pribadi yang berkarakter seperti inilah yang pada gilirannya akan teruji untuk mengemban amanah yang tampil untuk berbuat kebaikan, baik dalam hubungannya dengan Khaliq maupun dengan sesama makhluk.

Kesempurnaan seseorang ketika ia mampu secara cerdas menahan diri dari semua prilaku tersebut, selalu memperbanyak zikrullah dan merenungi dimensi spiritual kebaikan, sehingga dapat tampil menjadi sosok yang peduli lingkungan. Manusia yang mencapai tahap ini telah mendapatkan anugerah hikmah yang substansial dari prilaku penunaian ibadah puasa Ramadhan.

Inilah bagian integral dari filosofi menahan diri dalam puasa Ramadhan, tidak hanya melahirkan pribadi yang shalih secara individual, tetapi juga shalih secara sosial. Alangkah meruginya jika seseorang yang berpuasa terjebak dalam pola menahan diri yang semu. Karena semestinya ada follow up dari upaya menahan diri, yaitu tercermin dalam prilaku sehari-hari.

Seseorang yang terjebak dalam pola menahan diri yang semu, tidak terpapar dampak hikmah puasa seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw: “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasanya itu kecuali lapar dan haus saja”. (H.R. Bukhari).

Begitu banyaknya sebab-sebab keampunan Allah di bulan Ramadhan ini, maka orang yang tidak mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang memiliki seburuk-buruk nasib. Semoga kita mendapatkan keampunan Allah di bulan Ramadhan ini. Amin. Email: marhamahrusdy@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved