Pilpres 2019

Misteri 'Setan Gundul' Pembisik Kemenangan Prabowo, Begini Tanggapan Para Tokoh

Andi Arief menyebut bahwa Partai Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo dari kelompok yang menyebut angka kemenangan 62 persen.

Misteri 'Setan Gundul' Pembisik Kemenangan Prabowo, Begini Tanggapan Para Tokoh
tribunnews.com
Ilustrasi setan gundul 

4. Mardani Ali Sera (Ketua DPP PKS)

Senada dengan Andre Rosiade, Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS, juga mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud 'setan gundul'.

Mardani meminta Andi Arief untuk menyebut nama asli dari 'setan gundul' yang dia maksud.

Ia mengungkapkan, data real count PKS pada 17 April 2019 kala itu belum masuk secara menyeluruh, sehingga ia tidak yakin jika PKS dianggap sebagai sumber data kemenangan Prabowo-Sandi.

"Intinya, apapun keputusan yang dilakukan hendaknya terus berbasis data yang kuat, karena ini masalah negara kita, harus sangat berhati-hati," ucap Mardani singkat.

5. Yusuf Martak (Ketua GNPF Ulama)

Selain PKS, ulama di lingkar Prabowo juga dituding oleh Demokrat sebagai pihak yang berpengaruh.

Yusuf Martak, Ketua GNPF Ulama, juga mengaku tidak paham tentang sosok 'setan gundul'.

Ketika ditanyai tentang kemungkinan setan gundul yang merupakan sosok di luar koalisi, Yusuf menjawab bahwa ia akan mencari Andi Arief jika yang dimaksud 'setan gundul' adalah dari kalangan ulama.

"Di luar koalisi itu kan banyak, ada Ormas (Organisasi Masyarakat), ada purnawirawan, banyak, jadi bukan hanya dari kita. Kalau dia sampai menyatakan bahwa setan gundul dari kalangan ulama, bahaya dia, biasa saya uber dia, nggak boleh," jawab Yusuf sambil berlalu.

Baca: Terkait Polemik Kematian Ratusan Petugas KPPS, Polisi Akan Periksa Dokter Ani Hasibuan

6. Kivlan Zein (Purnawirawan TNI)

Seperti halnya kalangan purnawirawan yang disebut Yusuf, Mayjen (Purn) Kivlan Zein, purnawirawan TNI, pun angkat bicara.

Ditemui Tim Narasi TV pada demo di Bawaslu, Kamis (9/5/2019), komentar Kivlan ini sempat viral dan membuatnya ditetapkan sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Kivlan mengatakan, justru Andi Arief lah yang merupakan 'setan gundul'.

Kivlan menganggap bahwa Andi Arief adalah sosok yang tidak jelas identitasnya dalam Demokrat, yang kemudian mengarah pada komentarnya mengenai Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dia (SBY) mau mencopot Prabowo supaya tidak jadi calon presiden. Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tidak ingin ada jenderal lain jadi presiden. Dia ingin dirinya sendiri, dan dia orangnya licik," ujar Kivlan.

"Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia. Saya tahu dia orangnya licik," sambungnya.

Sebelumnya, Andi Arief menulis beberapa cuitan pada akun Twitternya terkait 'setan gundul'.

"Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," ujar Andi Arief seperti dikutip dari akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," tulisnya.

"Gerakan rakyat itu hancur lebur karena setan gundul memberi info sesat 02 menang 62 persen. Tidak ada people power berbasis hoaks," tutur Andi Arief.

(Tribunnews.com/Citra Anastasia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengungkap Misteri 'Setan Gundul' Pembisik Kemenangan Prabowo, Para Tokoh Ini Beri Tanggapan

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved