Antisipasi Penularan Cacar Monyet, Dari Gejala, Pencegahan, hingga Pengobatan

Penyakit ini menjadi heboh setelah muncul kabar bahwa di Singapura ada seorang warga Nigeria yang positif terkena penyakit tersebut.

Antisipasi Penularan Cacar Monyet, Dari Gejala, Pencegahan, hingga Pengobatan
(courtesy: FB/Dieudonne Assanah)
Cacar monyet merebak di Bakouma di bagian timur Afrika Tengah 

Di Afrika, infeksi tersebut didokumentasikan terjadi melalui kontak dengan kera yang terinfeksi, tikus dan tupai raksasa Gambia.

Selain itu, makan daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan sempurna juga menjadi faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena virus.

Penularan sekunder, atau dari manusia ke manusia, dapat terjadi akibat adanya kontak langsung dengan lendir dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, lesi kulit orang yang terinfeksi atau benda yang baru-baru ini terkontaminasi oleh cairan yang keluar dari tubuh pasien atau dari lesi.

Penularan terjadi terutama melalui tetesan partikel pernapasan yang biasanya membutuhkan kontak tatap muka yang berkepanjangan, hal ini menjadikan anggota rumah tangga dari orang yang terinfeksi berisiko infeksi yang lebih besar.

Penularan juga dapat terjadi dengan inokulasi atau melalui plasenta (monkeypox bawaan).

Namun hingga saat ini, masih belum ada bukti bahwa penularan dari orang ke orang saja dapat mempertahankan infeksi monkeypox pada populasi manusia.

3. Gejala Monkeypox

Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) dari cacar monyet biasanya dari 6 hingga 16 hari, tetapi dapat juga berkisar dari 5 hingga 21 hari.

Infeksi dapat dibagi menjadi dua periode:

  • periode invasi (0-5 hari) ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang intens (kekurangan energi);
  • periode erupsi kulit (dalam 1-3 hari setelah munculnya demam) di mana berbagai tahap ruam muncul sering dimulai pada wajah dan kemudian menyebar di tempat lain di tubuh. Wajah (dalam 95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (dalam 75% kasus) paling terpengaruh. Evolusi ruam dari maculopapules (lesi dengan basis datar) ke vesikel (lepuh berisi cairan kecil), pustula, diikuti oleh kerak terjadi dalam waktu sekitar 10 hari. Mungkin perlu waktu tiga minggu sebelum semua itu lenyap dari kulit.

Jumlah lesi bervariasi dari beberapa hingga beberapa ribu, mempengaruhi membran mukosa mulut (pada 70% kasus), genitalia (30%), dan konjungtiva (kelopak mata) (20%), serta kornea (bola mata). 

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved