Dugaan Suap Perekrutan Komisioner KIP Agara, KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Gratifikasi

LIRA) meminta KPK menelusuri dugaan aliran dana gratifikasi pada kasus dugaan suap perekrutan komisioner KIP Aceh Tenggara.

Dugaan Suap Perekrutan Komisioner KIP Agara, KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Gratifikasi
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK tengah membidik dugaan suap di DPRK Aceh Tenggara (Agara) terkait pemilihan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) yang sempat menimbulkan polemik.

Sebanyak 25 dari 30 Anggota DPRK dan beberapa staf PNS dipanggil untuk diperiksa dalam waktu dekat ini.

Untuk diketahui, proses rekrutmen Komisioner KIP Agara menjadi polemik menyusul sikap DPRK Agara yang tidak terima dengan hasil seleksi Komisi A dan memutuskan mengulang proses rekrutmen tersebut.

Untuk proses tersebut, Ketua Komisi A juga diganti, dari sebelumnya dijabat Supian Sekedang dialihkan kepada Bustami Aceh.

Supian pun membawa perkara ini ke PTUN Banda Aceh karena menurutnya proses seleksi yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Protes juga muncul dari peserta yang lulus cadangan.

Isu tak sedap pun beredar, bahwa ada indikasi suap menyuap dalam proses rekutmen calon anggota KIP Agara tersebut.

Cuma belum diketahui secara pasti apakah indikasi suap itu terjadi dalam proses rekrutmen pertama atau yang kedua.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved