Korban Hilang di Krueng Meureudu Ditemukan

Setelah kurang lebih 37 jam hilang di sungai, akhirnya jasad Heri (35), warga Dusun Bale Ara Gampong Reseb Ara , Jangka Kabupaten Biereuen juga...

Korban Hilang di Krueng Meureudu Ditemukan
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Jasad Heri saat dievakuasi Tim SAR dari lokasi temuan di Sungai Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (18/5/2019) pukul 09:55 WIB. 

Korban Hilang di Krueng Meureudu Ditemukan

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Setelah lebih kurang  37 jam menghilang di Sungai Meureudu, akhirnya jasad Heri (35), warga Dusun Bale Ara, Gampong Reseb Ara , Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen juga tercatat sebagai PNS  pada Sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Sabtu (18/5/2019)  berhasil ditemukan.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.55 WIB oleh salah seorang warga Gampong Seunong, Kecamatan Meurahdua yang juga anggota tim pencari korban dari unsur masyarakat setempat.

Wakil Ketua I Tim SAR Pidie Jaya, Nazar Mulia mengatakan, saat ditemukan, jasad korban tertimbun di bawah batu yang berada di dalam sungai. 

Berkat kerja keras warga dibantu sejumlah relawan, baik dari PMI Pidie Jaya, Tagana maupun Tim SAR Bireuen, selanjutnya dengan menggunakan mobil ambulans, jasad Heri dievakuasi ke IGD RSUD Pidie Jaya.

Baca: Yayasan Hakka Aceh Barat Bantu 550 Paket Sembako

Baca: Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri 1440 H, Jangan Sampai Jumlah Takbir Anda Salah

Baca: Viral! Emak-emak Tidur di Jalan Hadang Rombongan Jokowi di Lombok, Warga sampai Histeris

Seperti diberitakan, pria yang masih lajang ini tercatat sebagai PNS pada Sekretariat KIP Pidie Jaya dan kini menetap di Gampong Manyang Cut, Simpang Tiga Meureudu.

Kuat dugaan, korban tenggelam di Krueng Meureudu atau tepatnya di Lhok Brok, Gampong Blang Awe, Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 20.30 WIB saat sedang mencari ikan menggunakan listrik bersama sejumlah rekannya.

Kala itu, Heri bertugas sebagai pemegang sawoek (reuleue) yakni  alat untuk mengambil ikan yang sudah tersengat arus listrik. Entah bagaimana,  tiba-tiba ia terpeleset  dan jatuh ke sungai bersamaan dengan sawoek di tangannya.

Namun kemudian, Heri  berhasil menyelamatkan diri. Saat temannya menanyakan kepada Heri dimana sawoek tadi, Heri pun bergegas balik untuk mencari-cari di lokasi dia terjatuh tadi. Akhirnya, teman-teman Heri meninggal lokasi itu. Tapi, selang beberap jam, Heri tak juga muncul di belakang mereka. Temannya pun curiga.

Tanpa buang-buang waktu, ke lima rekannya langsung mencari  sambil memanggil-manggil nama Heri, tapi tak ada juga jawabannya.  Kemudian mereka melapor peristiwa hilangnya Heri ke kepada BPBD Pidie Jaya.

Mendapat laporan tersebut,  lalu pihak BPBD Pidie Jaya, tim SAR, anggota Polsek Meureudu serta dibantu masyarakat, Jumat (18/5/2019) pagi langsung turun ke lokasi untuk mencari jasad Heri.

Pencarian dihentikan  menjelan g shalat Jumat dan berlanjut kembali pada pukul 15.00 WIB. Namun hingga menjelang pukul 17.00 WIB Heri belum juga ditemukan. Akhirnya, jasad Heri ditemukan, Sabtu (18/5/2019) pukul 09:55 WIB tidak jauh dari lokasi Heri terjatuh pertama kali.

Dalam berbagai kesempatan, Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Ir Kamaluddin, dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan agar tidak menggunakan cara-cara illegal dalam mencari ikan di sungai.

Mencari ikan di sungai dengan  menjala, memancing atau menyelam sialakan saja, asal tidak menggunakan cara-cara seperti mengebom, kontak listrik dan meracuni. Alasannya, cara demikian akan merusak ekosistem air dan sungai serta mematikan bibit ikan yang masih kecil.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved