Digerebek Saat Asyik Makan Siang di Pasar Langsa, Penjual dan Pembeli Melarikan Diri

begitu sampainya petugas ke lokasi pasar itu, pejual nasi dan beberapa warga yang sedang lahab-lahabnya makan nasi langsung melarikan diri

Digerebek Saat Asyik Makan Siang di Pasar Langsa, Penjual dan Pembeli Melarikan Diri
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas Dinas Syari'at Islam Kota Langsa dan polisi Wilayatul Hibah (WH), memperlihatkan nasi bungkus yang ditemukan aat menggerebek tempat pejual nasi di siang hari pusat Pasar Langsa, Minggu (19/5/2019) siang. 

Digerebek Saat Asyik Makan Siang di Pasar Langsa, Penjual dan Pembeli Melarikan Diri

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Petugas Dinas Syari'at Islam Kota Langsa dan polisi Wilayatul Hibah (WH), Minggu (19/5/2019) siang kembali menggerebek tempat pejual nasi di siang hari pusat Pasar Langsa.

Namun pemilik warung maupun sejumlah warga yang sedang lahap-lahapnya makan, lari tunggang-langgang menghindari penangkapan petugas penegakan syariat Islam.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Serambinews.com, mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Pasar Langsa persisnya di Pasar Ayam ada warga berjualan nasi di siang hari.

Baca: Mobil Ketua DPRK Aceh Besar Dibobol Maling, Senjata Milik Pamtup Raib

"Ternyata pelaku sudah sepekan ini berjualan nasi sejak pagi hingga siang hari di sana. Atas dasar laporan warga inilah kita kirim petugas DSI dan WH melakukan penggerebekan," sebutnya.

Namun tambah Ibrahim Latif, begitu sampainya petugas ke lokasi pasar itu, pejual nasi dan beberapa warga yang sedang lahab-lahabnya makan nasi langsung melarikan diri.

Petugas hanya berhasil menyita nasi, lauk-pauk, air teh, tempat menanak nasi, termos, serta peralatan makan lainnya, yang selanjutnya diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam.

Baca: Saat Ditangkap Polisi, Pria Ini Mengaku Lebih Baik Dipenjara daripada Pulang ke Istri

"Barang barang tersebut semuanya kita kumpulkan dan kita bawa ke kantor sebagai barang bukti untuk pengusutan lebih lanjut," sebut Ibrahim Latif.

Sementara pemilik atau penjual nasi serta siapa saja yang makan, semua identitasnya sudah diketahui, untuk itu mereka diminta menyerahkan diri ke Kantor DSI.

Mereka telah melanggar Syari'at Islam yaitu Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2011 yaitu Pasal 10 ayat
(1) Setiap Orang/ badan usaha dilarang menyediakan fasilitas/ peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar'i untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan.

Baca: Tak Kuat Terima Serangan Nyinyiran Netizen Indonesia, KKB Papua Minta Perdamaian dan Keadilan

Ayat (2) Setiap muslim yang tidak mempunyai uzur syar'i dilarang makan atau minum di tempat/ di depan umum pada siang hari bulan Ramadhan.

Pasal 22 ayat (1) Barang siapa yang menyediakan fasilitas/ peluang kepada orang muslim yang tidak mempunyai uzur syar'i untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) dipidana dengan hukuman ta'zir berupa hukuman penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta atau hukuman cambuk didepan umum paling banyak 6 kali dan dicabut izin usahanya.

Ayat (2) barang siapa yang makan atau minum ditempat/ didepan umum pada siang hari bulan ramadhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (2) dipidana dengan hukuman ta'zir berupa hukuman penjara paling lama 4 bulan atau hukuman cambuk di depan umum paling banyak 2 kali. (*)

Baca: Ada Kapal Induk Charles De Gaule Milik Perancis Dekat Perairan Aceh, Apa Misinya?

Penulis: Zubir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved