Jassin Burhan, Personel Rangkaian Bunga Kopi, Berpulang ke Rahmatullah

Innalillahi wainnailaihi raji'un. Muhammad Jassin Burhan, meninggal dunia karena sakit, di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Jassin Burhan, Personel Rangkaian Bunga Kopi, Berpulang ke Rahmatullah
Dok: RBK
Almarhum Jaassin Burhan (paling kanan memegang cello) bersama Rangkaian Bunga Kopi di Gayo, Aceh. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Innalillahi wainnailaihi raji'un. Muhammad Jassin Burhan, personel Rangkaian Bunga Kopi (RBK) yang konsisten mengkampanyekan kopi gayo dan kearifan lokal Smong, melalui kesenian, meninggal dunia karena sakit, di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Jassin Burhan (64 tahun) meninggalkan seorang istri, dua anak, dan dua cucu.

Ia dikenal sebagai seorang seniman Indonesia yang tidak pernah berhenti mengkampanyekan kopi gayo dan smong Simeulue melalui kesenian, bersama-sama dengan Yoppi Andri, Yoyok Harness, dan Fikar W Eda.

"Kita ajak masyarakat mencintai hasil alamnya sendiri. Kopi gayo adalah anugerah Allah yang harus kita syukuri. Kalau kopi ya kopi gayo," kata Bang Jassin suatu ketika.

Bersama RBK, Jassin Burhan termasuk paling sering datang ke Aceh dan menyusuri berbagai kawasan  provinsi itu mengisi berbagai pentas pertunjukan.

Jassin Burhan lahir di Jakarta, mulai mengenal musik ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di Jakarta.

Belajar secara formal ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di kursus musik LPKJ , mengambil jurusan gitar dan teori musik.

Selesai SMA langsung mendaftar di Akademi Musik LPKJ yang kemudian berubah menjadi IKJ pada tahun 1979, mengambil jurusan Gitar Mayor dan Cello Minor.

Pada 1988 ia meninggalkan Tanah Air, mendapat undangan dari Pemerintah Perancis  belajar cello dan Musik Kamar di "Concervatoire Nationale de Musique de Romainville" di Paris.

Pada waktu yang bersamaan ia menjadi mahasiswa tamu di "Concervatoire Nationale Superieur de Musique de Paris" di kelas cello (Jean FERRY, Asisten Phillippe Muller ).

Mendapat kesempatan melihat latihan L'orchestre L'Opera de Paris di Gedung Opera Garnier seminggu sekali dan diberi kesempatan melihat latihan Ansamble 2E2M di Concervatoire Messiaen.

Pada 1990  ia kembali ke Tanah Air, mengisi acara secara reguler di hotel-hotel berbintang lima serta menjadi anggota seluruh orkestra di Jakarta.

Ia juga anggota tetap Teater Koma, bergabung dengan Leo Kristi, Erasmus Huis Chamber Orchestra, Chandra Kirana, Tele Rama Orkes Studio RRI,  Twilite Orchestra dan lainnya.(*)

Baca: Bocah Asal Bireuen Sumbang Tabungan Qurbannya untuk Rakyat Palestina

Baca: Kerajaan Inggris Buka Lowongan Admin Medsos dengan Gaji Rp553 Juta

Baca: Diduga Kirim Chat Ajak Mesum Istri Anggota Dewan, Ketua Panwaslih Subulussalam Dilapor ke Polisi

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved