Anggota Dewan Polisikan Ketua Panwaslih

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam berinisial AI melaporkan ES, Ketua Panwaslih setempat ke Polsek

Anggota Dewan Polisikan Ketua Panwaslih
TRIBUNNEWS.COM
Polisi 

* Terkait Dugaan Chat Mesum dan Selingkuh

SUBULUSSALAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam berinisial AI melaporkan ES, Ketua Panwaslih setempat ke Polsek Simpang Kiri, Minggu (19/5). Laporan dengan Nomor STBL/30/V/2019/SPKT tersebut terkait chatingan ES via pesan WhatsApp (WA) yang dianggap berbau mesum terhadap istri sang anggota dewan berinisial A.

Anggota DPRK Subulussalam, AI kepada wartawan, kemarin, mengatakan, dia sudah melaporkan ES, sejak Sabtu (18/5) lalu. Penyebabnya, beber AI, diduga karena oknum Ketua Panwaslih Subulussalam itu telah berselingkuh dengan istrinya. Terkuaknya skandal sang istri dengan komisioner Panwaslih Subulussalam ini setelah AI mengecek handphone A dan membaca isi percakapan dengan ES yang dianggap mengarah ajakan mesum. “Percakapan berupa ajakan mesum tersebut berbahasa Singkil seperti ‘Agi mesap kita’ dan beberapa kali berisi kata ‘Mesep’ yang memiliki makna mengarah mesum,” jelas AI.

Ia menerangkan, setelah mendapati isi percakapan berbau mesum di handphone istri, dirinya langsung menginterogasi pasangannya tersebut. Setelah berulangkali diinterogasi, akhirnya sang istri mengaku kedekatannya termasuk semua perbuatannya dengan ES. “Saya ambil handphone-nya dan mendapat isi percakapan mereka (ES dengan A-red), lalu saya interogasi akhirnya diakui semuanya,” tukas dia.

Bahkan, menurut AI, bukan hanya chat berbau mesum, hasil pengakuan sang istri, mereka juga telah melakukan hubungan badan sebanyak dua kali di salah satu rumah kawasan Desa Lae oram, Kecamatan Simpang Kiri. “Pokoknya sakit kali, mungkin cuma sayalah yang tahan dengan kondisi ini. Mau bagaimana sudah jadi nasib saya, makanya ini harus saya ungkap,” tukas AI geram seraya memperlihatkan isi percakapan di handphone sang istri yang telah dia sita.

Anggota DPRK ini menyebutkan, menurut pengakuan sang istri, dia telah berhubungan dekat dengan ES, sejak Februari 2019 lalu. AI mengaku, pada Minggu (5/5) lalu, sempat menginterogasi langsung ES di hadapan sang istri di rumah warga yang berada di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri. Pada pertemuan tersebut, AI yang turut mendampingi istrinya sempat meluapkan emosinya.

Diamankan polisi
Sementara itu, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Agramuda, melalui Kapolsek Simpang Kiri, Iptu RJ Agung Pranoto yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan anggota DPRK terhadap Ketua Panwaslih Subulusalam. Bahkan, polisi sempat mengamankan ES di Mapolsek Simpang Kiri dalam rangka menghindari hal-hal tak diingin. “Kasus ini awalnya dilaporkan ke Mapolsek Sultan Daulat. Tetapi akhirnya dilimpahkan ke Polsek Simpang Kiri lantaran lokasi kejadian perkara di wilayah Simpang Kiri,” jelasnya.

Terhadap kasus ini, beber Iptu Agung, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor, termasuk saksi-saksi, serta melakukan pengumpulan barang bukti. “Jika terbukti nantinya polisi akan mengenakan ES dengan Pasal 33 ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” sebut dia.

Bantah Semua Tuduhan
Di lain pihak, terlapor Ketua Panwaslih Subulussalam ES yang dikonfirmasi Serambi di Mapolsek Simpang Kiri membantah semua tuduhan terhadap dirinya. ES menyatakan, hubungan dia dengan A, istri anggota DPRK Subulussalam hanya sebatas pertemanan biasa. Hal ini karena A sering berkonsultasi dengan dirinya terkait Pemilu Legislatif (Pileg).

ES juga membantah jika dirinya ada mengirimkan chat berisi ajakan berbuat mesum kepada A. Malah, ES menuding, justru sang istri anggota DPRK itulah yang mengirimkan chat mesum kepadanya dan dibalas dengan kata standar. ES pun dengan berani memastikan adanya rekayasa terhadap kasusnya tersebut. Rekayasa itu, ulas dia, terkait hasil Pileg, beberepa waktu lalu, di mana sang anggota dewan tersebut kalah dan meminta dilakukan pemilihan ulang. “Namun, saya selaku Ketua Panwaslih menolak mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) lantaran tak ada celah yang mengatur hal itu,” ucapnya.(lid)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved