Belasan Caleg Datangi KIP Pidie

Belasan calon anggota legislatif (caleg) DPRK Pidie dari Partai Demokrat, NasDem, Golkar, PAN, Gerindra, PNA dan PDA mengadu

Belasan Caleg  Datangi KIP Pidie
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Suasana rekapitulasi suara tingkat kabupaten jelang penutupan di Gedung DPRK Pidie, Selasa (7/5/2019) . 

SIGLI - Belasan calon anggota legislatif (caleg) DPRK Pidie dari Partai Demokrat, NasDem, Golkar, PAN, Gerindra, PNA dan PDA mengadu ke Kantor KIP Pidie, Sabtu (18/5).

Kedatangan belasan caleg tersebut untuk melakukan koordinasi terkait informasi adanya oknum komisioner KIP Pidie yang diduga menginstruksikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), agar mengumpulkan form C1 kosong yang telah distempel Panitia Pemungutan Suara (PPS). Data C1 kosong tersebut dikhawatirkan berpotensi dipalsukan yang kemudian digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, jika masalah pemilu bergulir ke MK, maka MK meminta dihadirkan form  C1 sebagai alat bukti.

Dua caleg PAN Awaluddin dan Mahdi, didampingi dua caleg Golkar Ida Susanti-Fadli, caleg Demokrat M Ali, tiga caleg PDA Tgk Addul Manaf, Tgk Maimun -Zamzami, caleg PNA M Nur, caleg NasDem, Fauzi Jamil, dan caleg Gerindra T Zulkarnaini kepada Serambi, Minggu (19/5) mengatakan, caleg mendatangi KIP Pidie untuk berkoordinasi, menyangkut beredarnya isu yang meresahkan caleg yang meraup suara terbanyak hasil pleno KIP.

Dijelaskan, caleg menerima informasi dari PPS bahwa adanya oknum komisioner KIP Pidie, disinyalir telah memerintahkan PPK untuk mengumpulkan form C1 kosong yang telah distempel PPS. Informasi tersebut merebak di Kecamatan Indrajaya.

Tindakan yang dilakukan oknum KIP Pidie, jelasnya, telah memantik kekhawatiran partai politik, terutama adanya pemalsuan data di form C1. Apalagi jika masalah pemilu jika bergulir ke MK, maka MK meminta alat bukti form C1.

“Makanya, kami minta klarifikasi dan koordianasi dengan KIP agar terhadap pengumpulan C1 kosong yang ditakuti caleg tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, proses pemilu telah berjalan dengan baik dan damai hingga ke tahapan pemilu selesai. Sehingga tahapan pemilu tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari terhadap oknum sebagai penyelenggara pemilu.

“Kami patut mempertanyakan, untuk apa tindakan tersebut dilakukan, sebab masa rekap dari kecamatan sampai tingkat kabupaten telah selesai dilaksanakan,” kata Caleg Partai Demokrat, M Ali kemarin.

Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KIP Pidie, Fuadi Yusuf, kepada Serambi, Sabtu (18/5) mengatakan, adanya puluhan caleg dari parpol yang mengadu ke KIP, terkait isu pengumpulan form C1 kosong yang dilakukan PPS dan PPK yang diperintahkan oknum KIP Pidie. C1 kosong dikumpulkan untuk tujuan menggugat ke MK.

“Saya selaku Ketua Divisi Teknis masih mencari kebenaran info tersebut karena KIP Pidie tidak pernah memerintahkan hal tersebut, makanya kita tegaskan masih masalah tersebut masih sebagai isu,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini memang ada beberapa PPK yang belum menyerahkan salinan form C1 ke KIP Pidie. Berdasarkan perintah undang-undang, sebut Fuadi, form C1 harus di-scan untuk dikirim ke web KPU RI. C1 itu sebagai bahan pleno KPU RI, Rabu (22/5) di Jakarta. “Kami telah perintahkan PPK untuk segera mengantarkan form C1 ke KIP Pidie,” tegasnya.

Ia tambahkan bahwa rekapitulasi tingkat kabupaten dan tingkat provinsi telah selesai. Kini, semua saksi telah memegang salinan form C1 dan formulir pemilu lainnya. Makanya caleg jangan percaya dengan form C1 kosong yang dikumpulkan PPS dan PPK yang belum tentu benar.

“Kita ketahui sebelumnya juga beredar isu form DB1 bodong di medsos, membuat caleg panik. Form DB1 bodong telah tuntas. Namun, sekarang justru mencuat form C1 kosong, kita berharap caleg jangan percaya. Saya pikir caleg konsentrasi pada penetapan KPU-RI tanggal 22 Mei,” pungkasnya. (naz)

Tags
Caleg
KIP
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved