BPOM Sidak Penganan Berbuka di Sabang

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh bersama Pemko Sabang melakukan operasi pengawasan terhadap penganan berbuka

BPOM Sidak Penganan  Berbuka di Sabang
Serambi Indonesia
Sejumlah Penganan Berbuka Puasa di Aceh Tamiang Mengandung Boraks 

SABANG - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh bersama Pemko Sabang melakukan operasi pengawasan terhadap penganan berbuka puasa di Kota Sabang, Sabtu (18/5).

Dalam pelaksanaan operasi pengawasan tersebut petugas tidak menemukan makanan/takjil yang mengandung bahan pengawet (formalin) serta zat yang berbahaya lainnya. Terutama penganan yang dijual untuk berbuka puasa.

Kepala BPOM Banda Aceh, Drs Zulkifli menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan tugas dalam rangka melanjutkan pengawasan makanan takjil bulan puasa sudah mencapai 13 Kabupaten/Kota yang ada di Aceh.

“Untuk hari ini kami telah melaksanakan tugas yang didampingi oleh Sekda dan telah melaksanakan penelitian serta uji kelayakan makanan takjil bulan puasa, mulai dari pusat pasar pada siang hari dan pada sore hari kami melakukan pengujian khususnya bagi pedagang yang menjajakan makanan siap saji,” terang Zulkifli.

Terkait kerupuk tempe dan mi yang diduga mengandung zat berbahaya mereka akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Meskipun kami menemukan dugaan adanya campuran zat berbahaya dalam makanan seperti dalam kerupuk tempe dan produk mie namun, semua itu bukan produksi Sabang, melainkan pemasukan dari luar pulau Sabang. Untuk Sabang sendiri semua jenis makanan yang dijajakan maupun produk mi Aceh masuk dalam kategori aman dikonsumsi masyarakat” tegas Zulkifli.

Perlu Pengawasan BPOM
Sementara Sekda Kota Sabang, Drs Zakaria MM menambahkan, semua penganan berbuka yang diperiksa aman dari bahan pengawet seperti formalin dan zat berbahaya lainnya.

Namun dalam sidak yang dilakukan di pagi hari di kawasan pasar dan sekitarnya itu, tim menemukan adanya zat berbahaya dalam kerupuk tempe dan produk ni yang dijual. Sehingga petugas BPOM akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui seberapa besar kandungan yang terkandung dalam kerupuk tempe dan mi tersebut.

Sekda Sabang menambahkan, Pemko Sabang berterima kasih kepada BPOM yang telah hadir di Sabang dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai institusi pengawas obat dan makanan untuk melakukan pengawasan. Tujuannya agar takjil yang dijual pedagang tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Apalagi, tambah Sekda, khusunya dalam bulan Ramadhan seperti sekarang ini banyak pedagang yang menjajakan takjil berbuka puasa tentunya perlu ada pengawasan dari BPOM serta instansi terkait untuk menghindari adanya bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan terutama bagi anak balita.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved