Idul Fitri Semakin Dekat, Harga Gabah di Abdya Justru Menurun  

Kebutuhan merayakan Idul Fitri sangat beragam dan untuk memenuhinya dilakukan dengan kerja keras.

Idul Fitri Semakin Dekat, Harga Gabah di Abdya Justru Menurun  
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pekerja sedang menjemur gabah milik pengusaha kilang padi di Desa Keude Siblah, Blangpidie, Kabupaten Abdya, Minggu (25/3/2018). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya  

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kebutuhan merayakan Idul Fitri sangat beragam dan untuk memenuhinya dilakukan dengan kerja keras.

Para petani padi sawah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengantungkan harapan dari produksi untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1440 H yang semakin dekat.

Namun, mereka kecewa dikarenakan harga gabah kering panen (GKP) justru turun ketika  panen raya Musim Tanam (MT) Gadu 2019.

Sedangkan petani harus menjual gabah dengan tingkat harga tidak mengembirakan itu untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1440 H.

Pantauan Serambinews.com, Senin (20/5/2019), harga GKP di awal panen    pada awal Mei lalu berkisar Rp 4.700  sampai Rp 4.800 per kilogam (kg), kemudian terus bergerak turun sampai pada kisaran harga Rp 4.500 sampai Rp 4.650 per kg.

Marwan, warga Desa Keude Paya, Blangpidie  menjelaskan, harga gabah yang ditampung agen umumnya Rp 4.500 per kg, kecuali bila gabah dibawa ke salah satu kilang padi di Alue Mangota diterima Rp 4.650 per kg, itu pun gabah kualitas bagus.

Menurut petani,  harga gabah di awal panen MT Gadu sekarang ini tergolong murah bila dibandingkan gabah di tingkat petani awal panen MT Rendengan tahun 2018 lalu mencapai kisaran Rp 5.500 sampai Rp 5.600 per kg.   

Baca: Awal Panen di Abdya, Harga Gabah Rp 4.700 sampai Rp 4.800 Per Kg

Baca: Gabah Melimpah Namun Beras Terbatas

Baca: TNI dan Bulog Sergab 3,7 Ton Gabah dari Petani Aceh Utara

Sejumlah petani di Abdya khawatir, harga gabah akan terus menurun pada puncak panen raya pada pekan keempat Mei.

Perkiraan ini, karena sebagian oknum pedagang melakukan spekulasi harga dengan memanfaatkan kondisi stok gabah melimpah di tingkat petani, sementara sebagian besar petani terdesak menjual gabah guna menutup biaya kebutuhan lebaran.

“Sudah menjadi kebiasaan, bila panen jatuh jelang lebaran, maka  ada pedagang menurunkan harga beli dan volume pembelian gabah juga dikurangi dengan alasan macam-macam,” ketika salah petani Desa Lhueng Asan, Blangpidie.

Penyebab lain dari turun harga gabah karena di beberapa kabupaten lain di Aceh juga sedangkan melaksanakan panen, seperti di  Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, tetangga Kabupaten Abdya.

Menurut keterangan, Kabupaten Pidie juga baru selesai panen.

Musim panen padi di beberapa daerah di Aceh  sehingga jumlah pedagang luar daerah yang menampung gabah produksi Abdya juga berkurang.

Padahal, harga gabah di Abdya membaik bila banyak pedagang luar daerah membeli produksi gabah setempat dalam jumlah besar seperti pada panen raya tahun sebelumnya. (*) 

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved