Jalan Amblas Capai 2 Meter

Badan jalan menuju ke Desa Badak Uken (Blangtemung) Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues (Galus), mengalami amblas dan patah

Jalan Amblas Capai 2 Meter
SERAMBI/IST
Jalan menuju Badak Uken di kecamatan Dabun Gelang, Galus patah dan amblas dan tidak dilewati kendaraan lagi bahkan warga juga terkurung, Minggu (19/5). SERAMBI/IST. 

* Akses ke Desa Badak Uken Terputus

BLANGKEJEREN - Badan jalan menuju ke Desa Badak Uken (Blangtemung) Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues (Galus), mengalami amblas dan patah hingga mencapai dua meter lebih.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (19/5). Diduga hal ini imbas dari hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang Sabtu (18/5) malam. Akibatnya, akses transportasi ke desa tersebut mengalami putus total, karena tidak ada kendaraan yang bisa melintas.

Warga yang memaksa diri bepergian, terpaksa harus melalui jalan amblas tersebut dengan berjalan kaki. “Jalan itu tak bisa dilintasi kendaraan karena amblasnya cukup dalam. Badan jalan juga ada yang patah berkeping-keping,” ungkap tokoh masyarakat Desa Badak Uken, Sahudin, kepada Serambi, Minggu (19/5).

Menurut Sahudin, sebelumnya kondisi badan jalan tersebut memang sudah mulai rusak, dengan menunjukkan tanda-tanda retak dan patah. Tetapi saat itu masih bisa dilintasi kendaraan. “Saat ini, sama sekali sudah tidak bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan,” imbuh Sahudin didampingi perangkat desa lainnya.

Untuk diketahui, peristiwa jalan atau tanah amblas di Desa Badak Uken sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Fenomena tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya, bahkan dengan eskalasi yang lebih luas, yang menyebabkan warga penduduk setempat mengungsi.

Tahun 2018 lalu dilaporkan ada ada puluhan hingga ratusan meter badan jalan yang amblas sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas. Padahal jalan tersebut baru setahun lalu selesai diaspal. Diduga, hal itu terjadi karena fenomena pergeseran tanah di bawahnya.

Mundur lagi ke belakang, sekitar tahun 2012 lalu, masyarakat Badak Uken sempat kaget menyusul amblasnya perbukitan di desa tersebut. Fenomena ini memicu panik massal sehingga warga berbondong-bondongmengungsi.

Badak Uken adalah satu dari 12 kampung di Kecamatan Dabun Gelang yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Blangkejeren. Kampung ini berjarak sekitar 1,5 jam bersepeda motor dari Blangkejeren (ibu kota Galus) melewati jalanan yang belum beraspal, sungai, dan naik turun perbukitan. Perkampungan di arah timur Blangkejeren ini diapit dua gugusan perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara.

Harap Pemerintah Turun Tangan
Warga Desa Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, juga mengharapkan pemerintah segara turun tangan untuk mengatasi badan jalan yang amblas tersebut.

Sebab sebagaimana dikatakan, tokoh masyarakat setempat, Sahudin, jalan yang amblas itu merupakan akses satu-satunya untuk keluar masuk desa. Sehingga dengan sendirinya akses ke desa mereka menjadi terputus.

Apabila ini tidak ditangani, ia khawatir kerusakan yang terjadi semakin parah dan akhirnya Desa Badak Uken benar-benar terisoliasi. Inilah yang dikhawatirkan masyarakat. “Saat ini desa kami sudah seperti terkurung. Masyarakat mulai khawatir,” ungkap Sahudin.

Saat ini, dia katakan, karena tak ada kendaraan yang bisa melintas, masyarakat yang ingin bepergian terpaksa harus berjalan kaki hingga ratusan meter melewati jalan amblas tersebut.(c40)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved