PT Abhitech belum Bayar Rumpon

Sebanyak 12 nelayan mendatangi Kantor Sekretariat PT Abhitech di Matang Gelumpangdua, Bireuen, Jumat (17/5). Mereka yang mewakili puluhan nelayan

PT Abhitech  belum Bayar  Rumpon
For Serambinews.com
Rumpon 

* Nelayan Datangi Kantor di Bireuen

MEUREUDU - Sebanyak 12 nelayan mendatangi Kantor Sekretariat PT Abhitech di Matang Gelumpangdua, Bireuen, Jumat (17/5). Mereka yang mewakili puluhan nelayan Pijay lainnya itu untuk mempertanyakan komitmen perusahaan itu yang belum mengganti rumpon nelayan yang dipotongnya. Kedatangan 12 nelayan itu didampingi Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pijay, Yulizar.

“Rumpon yang dipotong kali pertama pada tahun 2018 lalu lancar pembayarannya. Tapi giliran pemotongan kali kedua, hingga sekarang belum diganti rugi, “ kata Yulizar kepada Serambi, kemarin. Dikatakan, sesuai perjanjian tertulis antara Tim Saksi Pembayaran Kompensasi Rumpon dengan perwakilan nelayan yang disaksikan Kadis DKP dan beberapa Kadis/Kabag, sebanyak 34 rumpon yang telah dipotong dua bulan lalu juga akan dibayar. Nilai yang akan diganti rugi sebesar 50 persen dari harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, kata Yulizar, setiap rumpon yang dipotong perusahaan itu menggantinya dengan kisaran harga Rp 20-60 juta. Nilai ini berdasarkan bobot atau volume dari rumpon itu sendiri.

Sesuai perjanjian tertulis, kedua belah pihak menyepakati ganti rugi itu dilakukan dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya dan secara kekeluargaan. “Namun setelah ditunggu-tunggu hingga sebulan lebih, PT Abhitech belum juga membayarnya, sehingga mereka terkesan ingkar janji,” imbuhnya lagi.

Merasa sudah dipermainkan, maka perwakilan nelayan berjumlah 12 orang, Jumat (17/5) petang, terpaksa mendatangi kantor tersebut di Matang Glumpangdua-Bireuen untuk mencari tahu penyebab belum dibayar.

Tidak Ada Kepastian
Namun, setelah perwakilan nelayan bertandang ke kantor perusahaan itu, tidak juga mendapatkan penjelasan yang memuaskan. “Karena pihak petugas Abhitech di Matang Glumpangdua mengaku tidak punya wewenang dan hanya berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut kepada atasannya,” kata Yulizar.

Kadis DKP Pijay, Ir Kamaluddin menjawab Serambi membenarkan bahwa 34 nelayan di wilayahnya belum menerima ganti rugi rumpon yang dipotong Abhitech, sebagaimana yang pernah dijanjikan. Karena tak kunjung dibayar, sehingga belakangan hampir setiap hari mereka mendatangi DKP Pijay setempat menagih janji Abhitech. Namun, pihak DKP mengarahkanuntuk bertemu langsung dengan perusahaan itu.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved