Tiga Pria Rampok Mahasiswi Unimal

Mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Debilia (22), dilaporkan dirampok tiga pria di Jalan Medan-Banda Aceh,

Tiga Pria Rampok  Mahasiswi Unimal
Ilustrasi Jambret 

LHOKSEUMAWE - Mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Debilia (22), dilaporkan dirampok tiga pria di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu (18/5) sekitar pukul 21.40 WIB. Akibatnya, Handphone (Hp) dan cincin emas milik korban dibawa kabur pelaku. Sementara uang sebesar Rp 30 ribu yang ada dalam dompetnya tidak jadi diambil perampok.

Debilia, kepada Serambi, kemarin, menceritakan, saat itu ia berangkat dari Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe menggunakan sepeda motor (sepmor) Honda Beat hendak pulang ke rumahnya di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Sesampai di lokasi tersebut, menurut Debilia, ia harus kembali ke Panggoi untuk menjemput adiknya. Untuk bisa berbelok, korban berhenti sejenak di pinggir jalan guna memberi kesempatan kendaraan di belakangnya lewat terlebih dulu.

Tapi, sambung Debilia, tiba-tiba di depannya berhenti satu sepmor Honda Supra yang dikendarai satu pria. Lalu di samping kanannya juga berhenti satu sepmor Yamaha Jupiter yang dikendarai dua pria. Pria yang mengendarai Honda Supra, kata Debilia lagi, dengan cepat mematikan sepmornya sembari menarik kunci. Sedangkan dua pria yang berboncengan di Yamaha Jupiter memegang balok dengan tujuan untuk menakutinya.

Lalu, pria yang mengendarai sepmor Jupiter dengan bahasa Aceh khasnya menggertak korban dan meminta semua harta yang dibawanya. Dengan penuh ketakutan, korban menyerahkan handphone, cincin emas, dan dompetnya yang berisi uang Rp 30 ribu. “Karena dilihat uang hanya 30 ribu rupiah, pelaku tak jadi mengambil dompet saya,” jelas Debilia.

Setelah menguasai cincin dan handphone, pelaku sempat berdialog dengan korban. Pelaku menyatakan bila mau handphone dan cincinnya dikembalikan, korban harus menyediakan uang Rp 3 juta. “Saya bilang nanti tidak bisa menghubungi lagi karena handphone sudah mereka bawa,” paparnya.

Setelah itu, pelaku sempat menyerahkan kembali handphone agar korban mengambil kartu seluler miliknya. “Saat saya baru membuka cassing Hp, tiba-tiba pelaku menariknya dan kemudian dia buka sendiri Hp saya. Selanjutnya kartu tersebut baru diberikan kepada saya,” timpal Debilia. Saat ditanya korban kemana dihubungi bila ia sudah memiliki uang tebusan, pelaku malah tidak menjawab lagi dan mereka langsung kabur.

Ditanya apakah sudah melapor ke polisi, Debilia mengungkapkan, sudah datang tiga polisi ke rumahnya untuk menanyakan apa yang dialaminya. “Pada malam kejadian itu saya sempat ketakutan hingga demam. Tapi, sekarang Alhamdulilah sudah sehat kembali,” demikian Debilia.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved