Tim Akademi IPB Teliti Sumber Bau di CPP Blok A, GM PT Medco Minta Masyarakat Bersabar

Susanto megatakan, pihaknya tidak menyangka muncul bau akibat aktivitas di CPP Blok A tersebut.

Tim Akademi IPB Teliti Sumber Bau di CPP Blok A, GM PT Medco Minta Masyarakat Bersabar
IST
Karena belum ada keputusan terkait penanganan bau, warga sekitar operasi CPP Blok A PT Medco, kembali menggelar aksi demo ke lapangan migas di Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - General Manager PT Medco E&P Malaka Susanto meminta masyarakat lingkar tambang CPP Blok A, PT Medco E&P bersabar menunggu hasil penelitian tim akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saat ini sedang mencari sumber bau dan mengevaluasi kadar udara di gampong sekitar CPP Blok A, PT Medco, di Kecamatan Indra Makmu.

"Kami mohon bapak-bapak, dan ibu-ibu untuk bersabar, menunggu hasil penelitian tim akademisi IPB selama tiga hari ke depan 20-22 Mei 2019,” ungkap General Manager PT Medco E&P Malaka, Susanto, saat memberikan tanggapan terkait langkah-langkah yang diambil pihaknya menanggapi keluhan masyarakat lingkar tambang tentang bau tak sedap akibat aktivitas di CPP Blok A, di Gedung DPRK Aceh Timur, Senin (20/5/2019).

Susanto megatakan, pihaknya tidak menyangka muncul bau akibat aktivitas di CPP Blok A tersebut.

Baca: Jamaah Masjid Jamik Baitul Adhim Blangpidie Kumpulkan Rp 102,3 Juta Donasi Palestina

Baca: Donald Trump Ancam Serang Iran, Ini Perbandingan Kekuatan Militer AS dan Iran

Baca: Pemkab Bireuen Gelar Pasar Murah di Tujuh Kecamatan, Ini Jadwalnya

“Kami tidak menyangka adanya bau. Tapi, pekerja kami juga mencium bau ini. Tapi dari mana sumbernya, belum diketahui karena itu, perlu diteliti secara bersama,” ungkap Susanto.

Pengoperasian kilang Migas di CPP Blok A, jelas Susanto, memang sangat beresiko.

Pun demikian, jelasnya, setiap sumur, dan setiap tempat di CPP telah dipasang alat pendeteksi sensor secara otomatis.

“Jika terjadi kebocoran tentu kami yang berada di dalam CPP terutama yang terkena dampak. Tapi, dengan adanya alat pendeteksi di CPP ini, jika terjadi sesuatu sistemnya secara otomatis padam (shutdown),” jelas Susanto.

Dalam operasinya, jelas Susanto, PT Medco telah memiliki izin lingkungan dan juga telah memiliki analisisi dampak lingkungan (Amdal).

“CPP ini kami desain sesempurna mungkin, karena sumur memiliki rksiko tinggi. Dan di dalam Amdal, tertulis jelas bahwa Medco akan memproses gas beracun sebaik mungkin untuk diproses menjadi produk lain, seperti dibawa ke Arun,” jelas Susanto.

PT Medco, jelas Susanto, bercita-cita memberikan mamfaat dan kontribusi sebesar-besarnya untuk Aceh, dan Aceh Timur.

“Fasilitas yang kami bangun di CPP ini adalah miliki negara. Dan 70 persen hasil migas itu kembali ke Aceh. Karena itu, kegiatan ini bermanfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran Aceh,” ujar Susanto.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved